IHSG Anjlok 3,05%, Investor Asing Lepas Saham Senilai Rp1,04 Triliun
Ilustrasi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (30/6). IHSG turun 177,60 poin atau 3,05 persen ke level 5.643,194 di tengah aksi jual yang masih didominasi investor asing.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,04 triliun di seluruh pasar pada perdagangan hari ini. Secara kumulatif sepanjang tahun (year-to-date), investor asing telah mencatatkan net sell mencapai Rp73,61 triliun, mencerminkan masih besarnya arus keluar modal asing dari pasar saham domestik.
Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG ditutup pada level 5.820,790 dan pada hari ini bergerak hingga menyentuh level terendah 5.638,574 sebelum akhirnya ditutup di 5.643,194.Â
Total volume perdagangan saham mencapai 19,95 miliar saham dengan nilai transaksi Rp15,31 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,60 juta kali. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp9.897 triliun.
Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pemberat utama indeks setelah turun 6,33 persen dan mengurangi IHSG sebesar 35,12 poin. Diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang turun 3,87 persen dengan kontribusi negatif 17,25 poin, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang melemah 7,38 persen, PT Astra International Tbk (ASII) turun 4,03 persen, serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang terkoreksi 2,28 persen.
Dari sisi sektoral, tekanan terdalam dialami sektor bahan baku (basic materials) yang terkoreksi 5,54 persen. Pelemahan juga terjadi pada sektor energi yang turun 3,51 persen, sektor keuangan melemah 1,89 persen, sektor properti dan real estat turun 2,68 persen, serta sektor infrastruktur terkoreksi 2,22 persen. Sementara itu, sektor barang konsumsi primer (consumer non-cyclicals) menjadi yang paling mampu bertahan dengan penurunan tipis 0,14 persen.
Meski indeks terkoreksi tajam, secara jumlah emiten masih terdapat 397 saham yang menguat atau sekitar 41 persen dari total saham yang diperdagangkan. Sebanyak 202 saham melemah tipis hingga 2 persen, sedangkan 71 saham turun lebih dari 2 persen. Berdasarkan kapitalisasi pasar, sekitar 61 persen nilai kapitalisasi berada pada saham-saham yang menguat, sementara sekitar 19 persen berada pada saham yang mengalami penurunan.
Di tengah pelemahan pasar, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menjadi salah satu penopang indeks setelah menguat 9,68 persen dan menyumbang kenaikan IHSG sebesar 3,76 poin. Penguatan juga datang dari MTEL, UNTR, BINA, dan ICBP. Namun, kenaikan saham-saham tersebut belum mampu mengimbangi tekanan dari kelompok saham perbankan dan saham berkapitalisasi besar lainnya.
Secara year-to-date, IHSG kini telah terkoreksi 34,74 persen. Pelemahan juga tercermin pada sejumlah indeks utama, di antaranya LQ45 yang turun 3,47 persen pada perdagangan hari ini dan telah melemah 34,67 persen sejak awal tahun, serta IDX80 yang turun 3,22 persen dengan koreksi 37,54 persen secara year-to-date.