Raih Kemenangan Parsial di WTO, Pemerintah Komitmen Kawal dan Bela Kepentingan Ekspor Nasional
– Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi menutup perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 Tahun 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Kabupaten Tangerang, Banten pada Minggu (19/10/2025)/Dok. Kemendag
Indonesia meraih kemenangan parsial dalam sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) DS622. Sengketa itu berkaitan dengan penerapan bea masuk anti-dumping (BMAD) yang dilakukan Uni Eropa terhadap impor produk asam lemak dari Indonesia.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pemerintah berkomitmen mengawal dan membela kepentingan ekspor nasional. Pemerintah pun akan memanfaatkan hasil panel WTO sebagai landasan untuk terus memperjuangkan akses pasar ekspor Indonesia ke Uni Eropa.
“Pemerintah tidak akan berhenti mengawal kepentingan ekspor komoditas nasional. Meski panel WTO hanya memenangkan sebagian klaim kita, fokus utama pemerintah RI saat ini adalah melangkah maju dengan mengupayakan segala alternatif strategis yang tersedia termasuk diplomasi perdagangan,” kata Budi dalam keterangan resminya pada Rabu (15/7).
Dalam putusan tersebut, kata Budi, panel WTO mengabulkan sebagian klaim Indonesia terkait inkonsistensi metodologi yang digunakan otoritas Uni Eropa dalam menetapkan margin dumping. Pengakuan itu menjadi catatan penting dalam memperjuangkan perdagangan yang adil dan sesuai aturan.
Kendati demikian, lanjut Budi, sejumlah argumen substantif Indonesia tidak dikabulkan dan putusan tersebut belum membatalkan penerapan BMAD secara keseluruhan.
Sebagai tindak lanjut, ujar Budi, pemerintah akan mengoptimalkan berbagai alternatif strategis di luar mekanisme hukum. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mendukung kelancaran rantai pasok industri hilir kelapa sawit nasional, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
“Kami akan berkonsolidasi internal yang mendalam bersama seluruh pelaku industri fatty acid nasional. Pemerintah RI berkomitmen penuh untuk mendampingi pelaku usaha dalam merumuskan langkah-langkah penyesuaian pasar agar dapat memulihkan serta mempertahankan kinerja ekspor ke kawasan Eropa,” ujar Budi.