Gapki Beberkan Kinerja Produksi hingga Ekspor Produk Sawit

0
23

Produksi palm oil (PO) dan palm kernel oil (PKO) pada Mei 2026 turun dibandingkan dengan April. Adapun konsumsi dan ekspor PO dan PKO turun lebih besar. Alhasil stok naik.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyebut bahwa secara tahunan Januari-Mei 2026, produksi, konsumsi, dan ekspor industri kelapa sawit Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Produksi crude palm oil (CPO) pada Mei 2026 mencapai 4.165 ribu ton, turun 7,01% dibandingkan April 2026 yang sebesar 4.479 ribu ton. Produksi PKO juga turun menjadi 387 ribu ton dari 424 ribu ton pada April. Dengan demikian, total produksi CPO dan PKO pada Mei 2026 mencapai 4.552 ribu ton, turun 7,16% dibandingkan April sebesar 4.903 ribu ton. Secara kumulatif Januari–Mei 2026, total produksi mencapai 25.013 ribu ton, lebih tinggi 10,68% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 22.600 ribu ton.

Gapki juga menyampaikan bahwa total konsumsi dalam negeri pada Mei 2026 mencapai 2.078 ribu ton, turun 2,98% dibandingkan April sebesar 2.141 ribu ton. Penurunan konsumsi terjadi pada sektor biodiesel yang mencapai 1.035 ribu ton, turun dari 1.137 ribu ton pada April. Adapun konsumsi pangan naik sedikit menjadi 856 ribu ton dari 831 ribu ton di bulan April, demikian juga konsumsi oleokimia yang naik menjadi 187 ribu ton dari 173 ribu ton pada bulan April.  Secara kumulatif Januari–Mei 2026, total konsumsi dalam negeri mencapai 10.743 ribu ton, lebih tinggi 5,33% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 10.200 ribu ton.

Baca Juga :   AHM Unjuk Gigi Proses Produksi Motor Honda

Total ekspor produk sawit pada Mei 2026 hanya mencapai 1.996 ribu ton, turun 28,14% dibandingkan April sebesar 2.777 ribu ton. Penurunan terjadi pada ekspor olahan minyak sawit yang hanya mencapai 1.423 ribu ton dari 2.041 ribu ton atau turun sebesar 30,26%. Ekspor CPO juga menjadi 31 ribu ton dari 153 ribu ton atau turun 79,7%. Adapun ekspor olahan minyak inti sawit menjadi 55 ribu ton dari 97 ribu ton atau turun 43,4%. Meski demikian, secara kumulatif Januari-Mei 2026, total ekspor mencapai 13.320 ribu ton, lebih tinggi 10,26% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 12.080 ribu ton.

Gapki menyebut nilai ekspor produk sawit pada Mei 2026 mencapai US$2,49 miliar, turun dari US$3,38 miliar pada April atau turun sebesar 26,3%. Rata-rata harga CPO CIF Rotterdam pada bulan Mei US$1.453/ton lebih rendah dari harga rata-rata bulan April sebesar US$1.566. Harge tersebut turun 7,2%.  Secara kumulatif Januari-Mei 2026, nilai ekspor mencapai US$15,526 miliar, lebih tinggi 13,82% dari tahun 2025 sebesar US$13,641 milliar. Ratarata harga CPO Cif Rotterdam selama Januari-Mei 2026 tercatat US$1.417 per ton, lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode yang sama tahun 2025 sebesar US$1.186 per ton.

Baca Juga :   Komisi VII Setujui Gunakan UU Minerba Selesaikan Polemik Larangan Ekspor Mineral

Menurut negara tujuannya, penurunan ekspor pada Mei dibandingkan April antara lain terjadi untuk tujuan China sebesar turun 30%, India turun 60%, Afrika turun 36%, Uni Eropa turun sebesar 5%, Amerika Serikat turun sebesar 37%, dan Malaysia turun sebesar 36%. Kenaikan ekspor terjadi untuk tujuan Rusia sebesar 216%.

Namun secara kumulatif selama periode Januari-Mei 2026, ekspor ke China naik 46% lebih tinggi dari tahun 2025, ke India 3% lebih tinggi, Afrika 14% lebih tinggi, Uni Eropa 3% lebih tinggi. Namun, Amerika Serikat turun 8% lebih rendah dari tahun 2025.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics