Pangkas Rantai Pasok Pangan, ID FOOD Luncurkan Warung Pangan

Inovasi Warung Pangan yang dikelola ID FOOD diharapkan dapat menjadi infrastruktur distribusi yang masif sehingga berkontribusi dalam menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga pangan.
0
15

Penguatan distribusi pangan menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan pasokan, memperluas akses masyarakat, dan meningkatkan efisiensi rantai pasok. Mendukung upaya tersebut, Holding BUMN Pangan ID FOOD meluncurkan platform Warung Pangan dengan memperkuat ekosistem perdagangan melalui digitalisasi, perencanaan distribusi, analisis pasar, dan pemantauan cadangan pangan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo usai peluncuran Warung Pangan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq bersama Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa serta Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Bambang Wisnu Subroto pada Senin (20/7/2026) di Jakarta. Menurutnya, program tersebut dikembangkan sejalan dengan arahan Danantara untuk memperkuat perdagangan pangan melalui pemanfaatan teknologi dan pengelolaan data yang terintegrasi.

“Warung Pangan di ID FOOD Group saat ini diperkuat sebagai ekosistem distribusi yang lebih terstruktur dan berbasis data, mulai dari perencanaan pasokan, penyaluran produk, hingga pemantauan kebutuhan pasar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahap awal, penguatan ekosistem ini diluncurkan secara serentak melalui 32 Stok Poin dan 640 Mitra Warung Pangan yang tersebar di pasar-pasar tradisional di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Ke depan, jumlah tersebut akan terus dikembangkan secara bertahap.

Baca Juga :   PDI Perjuangan Minta Pemerintah Tinjau Ulang Bea Impor Gandum dan Riset 10 Sumber Pangan

“Model distribusinya dibangun secara berjenjang. Stok Poin Warung Pangan sebagai jaringan Tier 1 berperan sebagai titik layanan dan distribusi, sedangkan Mitra Warung Pangan sebagai Tier 2 mendekatkan produk kepada konsumen.”

Menurutnya, skema tersebut diharapkan mampu memperlancar pasokan, memperpendek jalur distribusi, serta menjadikan Mitra Warung Pangan sebagai outlet layanan pangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Program ini juga disiapkan untuk mendukung dan memperkuat berbagai program pangan pemerintah yang telah berjalan melalui jaringan distribusi yang saling terhubung.

“Pada tahap awal, tersedia sekitar 12 stock keeping unit (SKU), antara lain produk pangan pokok seperti minyak goreng premium, beras premium, gula, serta berbagai produk aneka pangan,” paparnya.

Ghimoyo menambahkan, pelaksanaan program Warung Pangan juga dijalankan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan ID FOOD yang bergerak di sektor perdagangan. Setiap transaksi yang dilakukan melalui jaringan Warung Pangan akan menghasilkan data penjualan dan pergerakan produk yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penguatan distribusi.

Baca Juga :   Swasembada Gagal, Menteri Pertanian: Impor Beras Berpotensi Capai 5 Juta Ton pada Tahun 2024

“Data transaksi dan pergerakan produk akan digunakan untuk membaca pola permintaan, menentukan produk prioritas, dan mengidentifikasi wilayah yang memerlukan penguatan pasokan. Hal ini penting untuk memperkuat posisi perusahaan yang semakin fokus pada lini bisnis perdagangan dan logistik pangan,” ungkapnya.

Setelah peluncuran Warung Pangan yang telah diperkuat di wilayah Jabodetabek, program ini akan dioptimalkan melalui 43 cabang di berbagai daerah dengan mempertimbangkan kesiapan jaringan serta kebutuhan masing-masing wilayah.

“Warung Pangan diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat bisnis perdagangan dan logistik pangan, mendukung distribusi yang lebih efisien, memperluas jaringan pasar, serta meningkatkan akses terhadap produk pangan,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan inovasi Warung Pangan yang dikelola ID FOOD diharapkan dapat menjadi infrastruktur distribusi yang masif sehingga berkontribusi dalam menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga pangan.

Menurutnya, Warung Pangan merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga pangan. Keberadaannya diharapkan dapat membantu pemerintah melakukan intervensi ketika terjadi gejolak harga di pasar.

Baca Juga :   Menteri BUMN Ganti Direksi dan Komisaris ID Food

“ID FOOD mengemban dua agenda penting, yaitu menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan, sekaligus menjalankan fungsi bisnis sebagai badan usaha perdagangan pangan yang mampu menghasilkan keuntungan melalui pengelolaan komoditas bersubsidi maupun produk komersial,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics