Disemprot BEI, Bakrie & Brothers Ungkap Alasan Belum Buka Informasi Proyek PSEL Surabaya Raya

BNBR menjelaskan bahwa status mitra terpilih tersebut masih bersifat conditional dan masih harus memenuhi seluruh persyaratan pengadaan sebelum memperoleh Final Letter of Award.
0
19

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjelaskan alasan belum menyampaikan keterbukaan informasi terkait penetapan PT Bakrie Power sebagai mitra terpilih dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap II di Surabaya Raya.

Perseroan menyatakan penetapan tersebut masih bersifat bersyarat (conditional) sehingga belum memenuhi ketentuan untuk diumumkan sebagai informasi material.

Penjelasan tersebut disampaikan BNBR dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) atas permintaan klarifikasi mengenai pemberitaan di media massa, sebagaimana surat BEI No. S-08657/BEI.PP1/07-2026 tertanggal 17 Juli 2026.

Perseroan membenarkan bahwa PT Bakrie Power yang tergabung dalam Consortium Mentari Citra Lestari telah ditetapkan sebagai mitra terpilih dalam proses seleksi pengembang dan pengelola proyek PSEL Tahap II. Penetapan tersebut mengacu pada pengumuman resmi Danantara mengenai hasil seleksi mitra proyek tersebut.

Namun, BNBR menjelaskan bahwa status mitra terpilih tersebut masih bersifat conditional dan masih harus memenuhi seluruh persyaratan pengadaan sebelum memperoleh Final Letter of Award.

“PT Bakrie Power (Consortium Mentari Citra Lestari) sebagai mitra terpilih akan ditetapkan menjadi mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL setelah persyaratan dalam conditional letter of award dipenuhi sepenuhnya,” tulis Perseroan dalam surat tanggapan yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan Christofer Alexander Uktolseja.

Baca Juga :   IPO 55 Perusahaan Tahun 2019 Sedot Dana Rp14,7 Triliun

Perseroan menambahkan bahwa setiap lokasi pengembangan memiliki mitra terpilih dan mitra cadangan. Mitra cadangan akan ditetapkan apabila mitra terpilih tidak dapat memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Atas dasar tersebut, hingga saat ini BNBR belum menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik terkait proyek tersebut.

Diversifikasi bisnis

Dalam penjelasannya kepada BEI, manajemen menyatakan bisnis Waste to Energy (PSEL) dipandang sebagai peluang diversifikasi usaha yang memiliki prospek jangka panjang, seiring tren global menuju transisi energi dan ekonomi sirkular.

Selain itu, proyek tersebut dinilai sejalan dengan pengalaman dan kapabilitas Bakrie Power dalam membangun pembangkit listrik, baik untuk PT PLN (Persero) maupun pasar business-to-business (B2B).

Terkait pembentukan konsorsium, BNBR menjelaskan Bakrie Power menggandeng PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Limited karena keduanya dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman dalam merancang, membangun, serta mengoperasikan fasilitas PSEL.

Menurut Perseroan, Acritas telah memiliki pengalaman mengembangkan proyek sejenis di Surabaya. Sementara itu, SUS Indonesia akan bertindak sebagai technology provider yang memiliki kapabilitas teknis dan portofolio implementasi teknologi serupa di China maupun berbagai negara lainnya.

Baca Juga :   Kementerian BUMN dan BEI Kembangkan Kerja Sama, Menteri Erick Dorong BUMN untuk Go Public

Perseroan juga menyatakan belum dapat mengungkapkan besaran investasi yang akan menjadi porsi Bakrie Power dalam proyek tersebut, termasuk apakah nilainya mencapai atau melebihi 20% dari ekuitas Perseroan.

Hal itu karena saat ini konsorsium bersama Danantara masih berada pada tahap pelaksanaan studi kelayakan yang mencakup evaluasi aspek teknis, komersial, dan finansial proyek.

Demikian pula dengan skema pembagian hasil antara anggota konsorsium dan BPI Danantara yang masih akan dinegosiasikan setelah penyusunan feasibility study selesai.

“Ketentuan mengenai skema bagi hasil akan dibahas dan disepakati oleh para pihak dalam proses negosiasi dokumen Sponsor Agreement setelah studi kelayakan (feasibility study) selesai dilaksanakan,” jelas Perseroan.

Dalam proyek tersebut, Bakrie Power akan berpartisipasi dalam proses pemilihan kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC), mendukung pemenuhan ketentuan komponen lokal bersama penyedia teknologi, mendukung kegiatan operasi dan pemeliharaan (Operation and Maintenance/O&M) setelah proyek beroperasi, berpartisipasi dalam pendanaan proyek, serta melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat lokal.

Jadwal konstruksi menunggu studi kelayakan

Terkait jadwal pembangunan, BNBR menyebutkan belum terdapat kepastian mengenai dimulainya konstruksi maupun target operasi komersial proyek.

Baca Juga :   BNP Paribas Bersama DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Berbasis IDX Growth30

Menurut Perseroan, konsorsium bersama Danantara masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan lanjutan, antara lain penyusunan Feasibility Study, finalisasi struktur proyek, pembentukan Joint Venture Company, penyelesaian dokumen komersial, hingga memperoleh persetujuan pembiayaan sebelum penerbitan Final Letter of Award.

Karena itu, jadwal pembangunan maupun target commercial operation date (COD) baru akan ditetapkan setelah studi kelayakan selesai disusun.

BNBR juga belum dapat memperkirakan kontribusi proyek PSEL Surabaya Raya terhadap pendapatan maupun laba bersih Bakrie Power dan Perseroan.

Perseroan menjelaskan konsorsium masih harus melalui proses studi teknis, komersial, pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) bersama pihak yang ditunjuk Danantara, serta penentuan struktur kepemilikan saham dalam perusahaan JV.

Hingga surat tanggapan tersebut disampaikan, Perseroan menegaskan tidak terdapat informasi atau fakta material lainnya yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham Perseroan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics