Pasca DAM Caplok 4 MI BUMN, Simak Opportunity yang Dibidik

0
11

Kendali empat perusahaan manajer investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi di tangan PT Danantara Asset Management (DAM). DAM resmi menandatangani Perjanjian Pembelian Saham atas saham PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM) pada tanggal 22 Juli 2026.

Keempat perusahaan tersebut secara kolektif mencatatkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) lebih dari Rp170 triliun per Juni 2026.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan bahwa pengambilalihan pengendalian empat perusahaan tersebut bukan sekadar transaksi pembelian saham, melainkan langkah besar untuk membangun kekuatan baru dalam industri manajemen investasi nasional.

“Danantara Indonesia akan memastikan seluruh kekuatan tersebut diarahkan melalui strategi dan tata kelola yang semakin baik agar mampu tumbuh lebih kuat, lebih kompetitif, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia. Dalam satu bulan ke depan, keempat asset management ini akan melakukan merger menjadi satu perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia. Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan oleh Danantara Indonesia,” kata Dony dalam keterangannya.

Baca Juga :   PP Catatkan Kontrak Baru Senilai Rp 3,5 T di Januari 2024

Perusahaan hasil konsolidasi ini akan memperluas akses investasi bagi investor ritel maupun institusi, sekaligus menghadirkan solusi investasi yang semakin kompetitif untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia mengungkapkan pondasi tersebut menjadi modal penting bagi entitas baru untuk tumbuh sebagai salah satu perusahaan manajemen investasi terdepan di Indonesia.

“Kami melihat momentum yang sangat besar di depan. Dengan basis investor ritel yang terus bertumbuh dan kepercayaan institusi yang semakin kuat, sinergi keempat entitas ini akan menjadikan perusahaan hasil konsolidasi sebagai mitra investasi pilihan bagi jutaan masyarakat Indonesia,” kata Hardiyanto.

Direktur Utama PT BRI Manajemen Investasi, Arief Budiman menyebut penggabungan ini sebagai momentum strategis untuk memperdalam penetrasi pasar ritel. Per Juni 2026, BRI MI mencatat AUM keseluruhan sebesar Rp52,61 triliun dengan basis nasabah ritel yang kuat sebagai modal penting dalam memperkuat ekosistem perusahaan hasil konsolidasi.

Menurut Arief, dengan kekuatan jaringan distribusi dan basis investor ritel yang terus berkembang, penggabungan ini akan memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi yang terpercaya sekaligus mempercepat pendalaman pasar keuangan modal.

Baca Juga :   Rosan Beberkan Alasan Mengapa BUMN Perlu Menunda RUPS

Direktur Utama PT BNI Asset Management, Ari Adil menekankan bahwa komposisi bisnis BNI AM yang kuat antara ritel dan institusi dengan AUM sebesar Rp29,59 triliun per Juni 2026, akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam memperkuat kapabilitas perusahaan hasil konsolidasi.

Adapun Direktur Utama PT PNM Investment Management, Ade Santoso Djajanegara menegaskan bahwa pengalaman PNM IM dalam mengembangkan investasi inklusif dengan AUM sebesar Rp10,31 triliun per Juni 2026, akan melengkapi kekuatan perusahaan hasil konsolidasi dalam memperluas akses layanan investasi kepada masyarakat.

Ia mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk membangun institusi manajer investasi yang tidak hanya semakin kuat secara bisnis, tetapi juga mampu memperluas manfaat ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics