Hari UMKM Nasional, Bank Mandiri Bantu 56 Ribu UMKM Naik Kelas Lewat KUR
Bank Mandiri terus memperkuat komitmennya dalam mendukung UMKM agar tumbuh dan naik kelas melalui akses pembiayaan, digitalisasi, serta pendampingan yang berkelanjutan. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat UMKM sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
Bank Mandiri terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama perekonomian nasional.
Bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Nasional dan dalam semangat menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, bank bersandi saham BMRI ini menegaskan perannya sebagai mitra pertumbuhan pelaku usaha melalui penguatan ekosistem pembiayaan, digitalisasi, dan pendampingan yang mendorong semakin banyak UMKM tumbuh dan naik kelas.
Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi Bank Mandiri dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Secara konkret, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri hingga Juli 2026 telah mencapai Rp25,63 triliun, atau 62,5% dari target penyaluran pada 2026.
Di tengah akselerasi penyaluran tersebut, kualitas kredit tetap terjaga baik, yang mencerminkan pengelolaan risiko yang sehat sekaligus efektivitas pendampingan kepada pelaku usaha. Bank Mandiri juga mencatat capaian positif dalam mendorong UMKM berkembang ke tahap berikutnya.
Pada Januari-Juli 2026, sebanyak 56.043 debitur telah berhasil melakukan graduasi atau naik kelas ke skema pembiayaan yang lebih tinggi. Selain itu, Perseroan telah menjangkau 134.682 debitur baru, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan produktif kepada masyarakat.
Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan, Hari UMKM Nasional menjadi momentum untuk menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari semakin banyak pelaku usaha yang mampu meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, dan naik kelas.
“Bank Mandiri percaya bahwa UMKM merupakan fondasi utama ekonomi Indonesia. Karena itu, kami membangun ekosistem yang mendukung pelaku usaha di setiap tahap pertumbuhan, mulai dari memperoleh akses pembiayaan, mengembangkan usaha melalui solusi digital, hingga mampu meningkatkan skala bisnisnya. Bagi kami, keberhasilan UMKM naik kelas merupakan indikator nyata bahwa pemberdayaan yang dilakukan memberikan dampak berkelanjutan bagi perekonomian nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Rabu (12/8).
Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri terus mendukung berbagai program prioritas nasional dalam memperkuat sektor UMKM melalui penyaluran pembiayaan produktif, percepatan inklusi keuangan, dan transformasi digital. Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui sinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, komunitas usaha, serta berbagai pemangku kepentingan guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing pelaku usaha.
Perseroan meyakini penguatan UMKM memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Karena itu, Bank Mandiri sebagai bagian dari ekosistem penggerak ekonomi nasional terus mengintegrasikan akses pembiayaan, layanan transaksi digital, solusi pembayaran, serta program pendampingan dan pemberdayaan agar pelaku usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui sinergi Bank Mandiri dalam Ekosistem Danantara, yang mendorong optimalisasi pembiayaan sektor produktif, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, Bank Mandiri terus menghadirkan solusi yang mampu mempercepat pertumbuhan UMKM sebagai salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperluas kolaborasi dan inovasi untuk mempercepat lahirnya lebih banyak UMKM yang naik kelas, semakin kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja maupun pertumbuhan ekonomi nasional.