Laba Bank Sampoerna Melonjak 104,18% pada Kuartal III-2026
Ilustrasi pelayanan Bank Sampoerna/Foto: Dok.Bank
PT Bank Sahabat Sampoerna mencatatkan peningkatan laba sebelum pajak sebesar 104,18% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp36,16 miliar hingga akhir September 2026. Pencapaian tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp17,71 miliar.
Pertumbuhan profitabilitas tersebut ditopang oleh perbaikan kualitas aset, penyaluran kredit yang konsisten, serta peningkatan aktivitas bisnis digital melalui layanan Bank as a Service (BaaS).
Direktur Finance & Business Planning Bank Sahabat Sampoerna, Henky Suryaputra menjelaskan, peningkatan kinerja tersebut berlangsung di tengah berbagai tantangan ekonomi domestik dan global yang masih membayangi industri perbankan.
“Dengan sejumlah tantangan yang dihadapi, kami patut bersyukur Bank Sahabat Sampoerna dapat melanjutkan tren positif pada kuartal III 2026 dengan membukukan laba sebelum pajak Rp36,16 miliar sampai dengan akhir September 2026 atau naik 104,18% dari periode sebelumnya (YoY) sebesar Rp17,71 miliar. Pencapaian ini menjadi landasan yang kuat bagi Bank Sahabat Sampoerna untuk tumbuh berkelanjutan dan melanjutkan komitmen mendukung pertumbuhan UMKM,” ujar Henky.
Dari sisi intermediasi, hingga akhir September 2026, Bank Sahabat Sampoerna telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp9,98 triliun. Sebanyak 57% dari total pinjaman atau sekitar Rp5,69 triliun disalurkan untuk pembiayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), baik secara langsung maupun tidak langsung.
Sejalan dengan penyaluran kredit tersebut, perseroan juga mencatatkan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,87% pada kuartal III-2026, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,12%.
Rasio tersebut juga masih berada di bawah batas ketentuan regulator sebesar 5% dan NPL gross industri UMKM yang mencapai 4,53%.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Sahabat Sampoerna mencapai 31,31% pada September 2026, meningkat dibandingkan posisi September 2025 sebesar 29,05%. Sementara itu, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) tercatat sebesar 88,82%.
Untuk mendukung likuiditas dan ekspansi kredit, perseroan juga terus mendorong penghimpunan dana masyarakat. Hingga akhir September 2026, dana murah atau current accounts and saving accounts (CASA) yang berasal dari giro dan tabungan mencapai Rp2,24 triliun.
Henky mengatakan, peningkatan literasi keuangan di berbagai daerah turut mendorong kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sahabat Sampoerna. Kondisi tersebut ikut menopang ketersediaan likuiditas untuk mendukung penyaluran kredit.
Di luar bisnis kredit, pertumbuhan transaksi digital melalui layanan BaaS juga menjadi salah satu penopang kinerja perseroan.
CEO Bank Sahabat Sampoerna, Ali Yong mengatakan, hingga September 2026, perseroan mencatatkan lebih dari 245 juta transaksi digital melalui layanan BaaS. Jumlah tersebut tumbuh 140,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar 102 juta transaksi.
Dari aktivitas transaksi tersebut, Bank Sahabat Sampoerna membukukan pendapatan sebesar Rp150,47 miliar atau tumbuh 398,62% secara tahunan.
Ali menilai bisnis BaaS berpotensi menjadi salah satu penopang pertumbuhan pendapatan perseroan dalam beberapa tahun ke depan, terutama di tengah tantangan yang masih dihadapi bisnis UMKM.
Bersama sejumlah mitra strategis, Bank Sahabat Sampoerna terus memperluas penggunaan layanan perbankan melalui pengembangan ekosistem digital.
“Kami berterima kasih kepada regulator yang senantiasa mendukung pengembangan ekosistem digital Bank Sahabat Sampoerna. Kami juga terus membuka diri untuk kerja sama yang lebih luas dengan mitra strategis baru untuk memperluas jangkauan layanan digital hingga ke pelosok Tanah Air,” tegasnya.
Pengembangan ekosistem BaaS mencakup berbagai layanan transaksi, seperti virtual account, pembayaran melalui QRIS, serta transfer dana secara host-to-host. Layanan tersebut juga dapat dimanfaatkan pelaku UMKM melalui Sampoerna Mobile Merchant.
Sementara itu, nasabah ritel dan masyarakat umum dapat menggunakan Sampoerna Mobile Banking untuk memenuhi kebutuhan transaksi harian. Perseroan juga menawarkan program undian berhadiah secara berkala bagi pengguna Sampoerna Mobile Saving sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas nasabah.