Realisasi Program PEN 24,6% dari Pagu per 11 Mei 2021
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah)/Dok. Ekon
Pemerintah mendorong realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menciptakan kebangkitan ekonomi nasional. Sampai 11 Mei 2021, realisasi program PEN 2021 mencapai 24,6% dari pagu. Realisasinya mencapai Rp172,35 triliun dari pagu sebesar Rp699,43 triliun.
Pemerintah menyebut realisasi tersebut telah bertambah dibandingkan saat kuartal I-2021 yang Rp123,26 triliun. Atau naik sekitar Rp49,01 triliun.
“Ekonomi Indonesia akan rebound di tahun 2021. Dengan kontraksi ekonomi di Q2-2020 yang sebesar -5,32%, PDB Harga Konstan (ADHK) di Q2-2020 turun menjadi hanya Rp2.589,8T. Jika PDB di Q2-2021 dapat dikembalikan ke level normal Q2-2019 saja (Rp2.735,4T), maka growth pada Q2-2021 sudah mencapai angka 6,3%. Kalau ditambah dengan berbagai extra-efforts yang telah dilakukan, maka optimis pertumbuhan di Q2-2021 bisa di kisaran 7%,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sairan pers tertulis.
Adapun rincian realisasi program pemulihan tersebut meliputi realisasi Kesehatan sebesar Rp24,90 triliun atau mencapai 14,2% dari pagu sebesar Rp175,22 triliun. Realisasi Perlinsos sebanyak Rp 56,79 triliun atau mencapai 37,8% dari pagu sebesar Rp150,28 triliun. Adapun realisasi Program Prioritas Rp21,8 triliun atau mencapai 17,6% dari pagu sebesar Rp123,67 triliun. Realisasi Dukungan UMKM dan Korporasi Rp42,03 triliun atau mencapai 21,7% dari pagu sebesar Rp193,53 triliun. Dan realisasi Insentif Usaha sebesar Rp26,83 triliun atau mencapai 47,3% dari pagu sebesar Rp56,72 triliun.