Iklan TV FTA Tertekan, Inilah Sederetan Inisiatif VIVA Group
RUPS Tahunan PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA), Rabu (25/8) menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan 2020/Dok. Manggala S/The Iconomics
Kinerja keuangan PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) selama semester I-2021 mencatatkan peningkatan. Pendapatan Perseroan mencapai Rp920 miliar atau meningkat 5,3% dari periode yang sama tahun 2020.
Tingkat profitabilitas Perseroan juga meningkat, dimana EBITDA untuk semester I tahun 2021 mencapai Rp75,5 miliar dibandingkan dengan tahun lalu yang mengalami rugi sebesar Rp2,1miliar.
Manajemen VIVA menyebut peningkatan kinerja keuangan tersebut dipicu oleh kinerja Entitas Anak, PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA), yang membukukan pertumbuhan pendapatan 11,9% menjadi Rp690 miliar dibandingkan Rp616 miliar di semester I-2020. Dengan menerapkan kontrol biaya ketat, tingkat profitabilitas mengalami lonjakan signifikan dimana EBITDA mencapai Rp154 miliar atau meningkat 104% dari periode yang sama tahun 2020.
RUPS Tahunan PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA), Rabu (25/8) menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan 2020/Dok. Manggala S/The Iconomics
Sepanjang pandemi Covid-19 dan persaingan TV free to air (FTA) yang semakin ketat, MDIA melalui anak usahanya yaitu ANTV beradaptasi guna mempertahankan posisinya dalam persaingan. Upaya tersebut meliputi pengendalian dan efisiesi biaya serta penyempurnaan strategi program ANTV.
Sementara itu, Manajemen juga menyebut tvOne, stasiun TV FTA VIVA lainnya, tetap mempertahankan posisinya sebagai stasiun TV berita dan olahraga di Indonesia dengan TVS 3,0%.
Berbagai inovasi terus dilakukan VIVA untuk memperkuat bisnisnya. Di tengah penurunan penetrasi dan pendapatan iklan TV FTA serta peningkatan penetrasi dan pendapatan iklan Media Digital, VIVA mengefektifkan lini bisnis Digital (VIVA Digital Venture Company/VDVC –VIVA Digital Brands Consolidation), dan Konten (VIA – Your Creative Hub).
VDVC menkonsolidasi brands produk digital VIVA yang menitikberatkan layanan pada community-based interest dengan raihan 35 juta users per bulan. Platform media digital VDVC, antara lain IntipsSelebs, Jago Dangdut, 100KPJ, Sahijab, Milzeru.com, antvklik, tvonenews.com, tvone concect, viva.co.id, Zing, dan Vlix.
VIVA masuk dalam bisnis content vehicle di digital platform dengan skema sharing economy base platforms. VIVA akan menggandeng content creator, baik individu maupun komunitas untuk menghasilkan konten-konten unggulan yang didistribusikan melalui digital platform maupun TV FTA.
VIA mendukung hyperlocal content creator serta menjadikan VIVA Group sebagai rumah bagi para pembuat konten di Tanah Air. Di bawah PT Digi Bintang Sinergi (DBS), produk yang dahulu dikenal dengan nama DBS Entertainment itu lahir sebagai perusahaan konten video digital yang berkomitmen kuat untuk mendukung dan merangkul anak bangsa.
VIA juga membuka peluang seluas-luasnya kepada hyperlocal content creator, pekerja seni, serta para pelaku industri kreatif untuk bergabung membangun industri kreatif Indonesia dengan menggandeng Lokanima. Lokanima adalah perusahaan yang bergerak di produksi konten animasi dan pabrik film yang berbasis di Malang, Jawa Timur dan memiliki 300 animator. Adapun mitra distribusi VIA berskala nasional dan global seperti Telkom Group (Indihome dengan lebih dari 80 juta pelanggan), Tencent, VIU, IQIYI, Mola, dan RANS.