Kementerian Kominfo Gencarkan Sosialisasi Jelang Batas Akhir Migrasi ke TV Digital

0
601

Migrasi ke televisi digital terus didorong pemerintah dengan dibarengi sosialisasi. Kementerian Komunikasi dan Informatika terus melakukan sosialisasi program Analog Switch Off (ASO) atau migrasi dari siaran televisi (TV) analog ke TV Digital. Bekerja sama dengan mitra Lembaga Penyiaran Publik (LPP) dan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), sosialisasi gencar berlangsung melalui berbagai kanal.

Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Politik Philip Gobang mengimbau dan mengajak agar bersama-sama mulai hari ini untuk bersiap diri berpindah dari siaran TV analog ke siaran TV digital.

Ia mengatakan melalui migrasi TV digital, Kementerian Kominfo berupaya mendorong masyarakat untuk mewujudkan transformasi digital nasional.

Migrasi dari TV analog ke TV digital ini sesuatu yang memang mau tidak mau harus kita lakukan, harus kita ikuti. Meskipun Indonesia tertinggal dari negara-negara lainnya terkait program ASO, namun situasi saat ini mesti ikut dalam perubahan-perubahan seperti itu. Demikian Philip menjelaskan.

Kebijakan migrasi siaran TV analog ke digital di Indonesia telah ditetapkan dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Sesuai regulasi itu, program ASO harus tuntas selama dua tahun sejak pengesahan undang-undang.

Baca Juga :   Momentum The Age of Creations Menjadi Peluang Bagi Kreator

“Berarti migrasi TV analog ke digital paling lambat tanggal 2 November 2022. Itu adalah batas akhir dari proses migrasi tersebut,” kata Philip dalam keterangan tertulis.

Menkominfo Johnny G Plate juga telah menetapkan tiga tahapan implementasi migrasi siaran TV analog ke digital.

Tahap pertama 30 April 2022, yang meliputi 56 wilayah layanan di 166 kabupaten dan kota.  Bengkulu masuk dalam wilayah implementasi tahap pertama migrasi siaran TV analog ke digital.

Tahap kedua migrasi berlangsung pada tanggal 25 Agustus 2022 di 31 wilayah layanan yang mencakup 110 kabupaten dan kota. Selanjutnya, tahap ketiga pada tanggal 2 November 2022 di 25 wilayah layanan yang mencakup 63 kabupaten dan kota.

Saat ke Bengkulu, Stafsus Philip mengatakan kedatangan di Bengkulu ini untuk memastikan proses migrasi berlangsung dengan baik melalui persiapan-persiapan di lapangan. Termasuk melakukan uji coba distribusi set top box khusus untuk pelanggan, pemirsa atau masyarakat yang sudah terdaftar melalui Kementerian Kominfo dengan persyaratan tertentu.

Leave a reply

Iconomics