3 Aspek Kolaborasi Angkasa Pura II dan Garuda untuk Mendukung Operasional dan Bisnis
Bandara yang dikelola Angkasa Pura II/Dok. APII
PT Angkasa Pura II akan terus mendukung dan berkolaborasi dengan Garuda Indonesia dalam mengakselerasi pemulihan sektor penerbangan serta menjaga konektivitas udara di Tanah Air. Pada 17 Juni 2022, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memperoleh persetujuan atas proposal perdamaian melalui voting yang merupakan bagian dari proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
“Hasil yang diraih Garuda menjadi kabar positif khususnya bagi sektor penerbangan nasional. AP II selalu mendukung dan berkolaborasi dengan Garuda untuk membawa sektor penerbangan nasional terus tumbuh memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata President Director AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resminya.
AP II dan Garuda akan memperkuat sinergi dan kolaborasi pada 3 aspek guna mendukung operasional dan bisnis secara berkelanjutan guna memberikan pelayanan terbaik.
Pertama, operating efficiency (operasional yang efisien). AP II dan Garuda tengah dalam pembahasan untuk memperkuat penerapan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) di Bandara Soekarno-Hatta.
“AP II dan Garuda bersinergi untuk memperkuat dan menerapkan secara penuh A-CDM di Bandara Soekarno-Hatta. Penerapan A-CDM dapat menghasilkan penghematan operasional bagi Garuda, khususnya terkait efisiensi bahan bakar pesawat,” kata Muhammad Awaluddin.
Menurutnya, A-CDM di Bandara Soekarno-Hatta menurunkan biaya operasional bandara dan maskapai termasuk Garuda sehingga mendukung penerbangan yang lebih optimal, efisiensi, termasuk optimalisasi penggunaan pesawat.
Kedua, customer experience (pengalaman pelanggan). AP II dan Garuda bersinergi dan berkolaborasi mewujudkan seamless journey experience termasuk tengah menyiapkan customer experience terbaik di titik transit dari rute internasional ke rute domestik di Bandara Soekarno-Hatta.
“Sinergi AP II dan Garuda memberikan customer experience padai titik transit penumpang pesawat yang datang dari luar negeri untuk melanjutkan penerbangan rute domestik ini memperkuat layanan Garuda yang akan lebih fokus melayani rute domestik,” kata Muhammad Awaluddin.
Ketiga, business enhancement (pengembangan bisnis). Sinergi dan kolaborasi AP II dan Garuda juga akan dilakukan dalam pembukaan rute-rute domestik. AP II akan menjamin ketersediaan slot time penerbangan bagi maskapai yang akan membuka kembali rute-rute penerbangan.
“Saat ini sektor penerbangan nasional tengah memasuki periode pemulihan sejalan dengan penanganan pandemi yang baik. Cukup banyak rute-rute penerbangan mulai kembali dibuka oleh maskapai setelah sempat ditutup karena pandemi dan banyak juga penambahan frekuensi di rute yang sudah dibuka. Kami memastikan akan memberikan slot time penerbangan kepada Garuda, termasuk jika diperlukan penyesuaian operasional,” kata Muhammad Awaluddin.
Selain itu, AP II dan Garuda juga berkolaborasi di PT Gapura Angkasa, perusahaan yang bergerak di jasa ground handling. Saat ini AP II memegang 46,62% saham di Gapura Angkasa, sementara Garuda memegang 45,62% saham Gapura Angkasa. Muhammad Awaluddin mengatakan sejumlah rencana ekspansi telah disiapkan untuk Gapura Angkasa sebagai upaya pengembangan bisnis dan mendukung sektor penerbangan nasional.
”Bisnis Gapura Angkasa diperluas untuk menciptakan pendapatan baru dari bisnis baru (new wave business), dari saat ini mayoritas datang dari jasa ground handling akan diperluas juga ke passenger services, infrastructure services, cargo serta special cargo handling,” kata Muhammad Awaluddin.