Rumah.com Tangkap Respons Calon Pembeli Properti Bila Suku Bunga dan Inflasi Naik, Seperti Apa?

0
402

Rumah.com memaparkan temuan survei Rumah.com Consumer Sentiment Survey H2 2022 yang menunjukkan indeks sentimen properti menjadi 59 poin naik 2 poin dari semester sebelumnya.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan bahwa menurut hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Survey H2 2022, indeks sentimen properti meningkat 2 poin dari semester sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh kepuasan yang lebih tinggi, peringkat keterjangkauan yang lebih tinggi, tingkat bunga wajar yang lebih tinggi, dan pandangan positif yang lebih tinggi pada harga properti.

“Meskipun demikian persepsi konsumen terhadap upaya Pemerintah untuk membuat perumahan terjangkau justru menurun dari sebelumnya 56% responden survei menjadi 53%. Hal ini bisa dilihat bahwa kebijakan Pemerintah dirasakan konsumen masih kurang kondusif apalagi bagi kelas menengah yang tidak terjangkau fasilitas subsidi namun penghasilannya masih pas-pasan untuk mencicil rumah non-subsidi,” kata Marine dalam keterangan resmi.

Persepsi konsumen terhadap upaya Pemerintah yang memadai untuk membuat perumahan terjangkau mengalami penurunan sebagaimana dinyatakan oleh 16% responden survei saja yang menganggap bahwa langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi situasi saat ini menguntungkan konsumen properti. Angka ini merupakan penurunan cukup drastis dari 22% pada semester sebelumnya.

Baca Juga :   Partai Demokrat: Ketidakpastian Global Bebani Masyarakat Dunia, Termasuk Indonesia

Sementara kenaikan indeks sentimen properti menjadi 59 poin didukung oleh kepuasan konsumen terhadap beberapa kondisi dan yang utama pada semester ini adalah tersedianya pilihan pembiayaan yang baik tersedia. Hal ini seperti dinyatakan oleh 34% responden survei yang merupakan kenaikan dari 28% pada semester sebelumnya.

Marine menuturkan hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden berpikir bahwa tingkat inflasi, tingkat suku bunga dan harga properti akan naik di tahun depan. Adanya kenaikan tingkat inflasi maupun tingkat suku bunga di tahun depan masing-masing dinyatakan oleh 70% responden survei sementara adanya kenaikan harga rumah dinyatakan oleh 80% responden.

Prediksi masyarakat tentang kenaikan tingkat inflasi tersebut akan benar-benar terjadi mengingat Pemerintah telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk jenis Pertalite, Solar Subsidi dan Pertamax sejak 3 September 2022 lalu.

Menurut Marine, selain itu hasil survei juga memperlihatkan bahwa jika terjadi kenaikan tingkat suku bunga, 2 dari 5 responden atau 40% menyatakan akan menunda pembelian properti mereka, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia mengatakan proporsi responden yang setara menunjukkan kemungkinan tidak akan terpengaruh oleh kenaikan tingkat suku bunga.

Baca Juga :   Inflasi September 2022 Tertinggi Sejak Desember 2014, Penyebabnya Sama

Demikian juga halnya jika terjadi kenaikan tingkat inflasi, 38% responden menyatakan akan menunda pembelian properti mereka, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dan 42% responden menyatakan tidak akan terpengaruh oleh kenaikan tingkat inflasi.

Marine menambahkan bahwa adanya berbagai kebijakan dan stimulus Pemerintah untuk mendorong kepemilikan rumah di Indonesia ternyata masih kurang dirasakan manfaatnya oleh para konsumen. Hal ini sebagaimana hasil survei dimana hanya 1 dari 6 responden atau 17% yang menyatakan telah mendapatkan manfaat dari skema subsidi perumahan dari Pemerintah.

“Sementara 47% responden menyatakan belum pernah merasakan manfaat dari skema subsidi Pemerintah dan tidak mengajukan permohonan untuk mendapatkan skema subsidi tersebut. Selain itu, 14% responden menyatakan tidak mengetahui sama sekali tentang adanya skema subsidi dari Pemerintah,” kata Marine.

Marine menyimpulkan bahwa menurut hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2022, indeks sentimen properti meningkat 2 poin dari semester sebelumnya didorong oleh kepuasan yang lebih tinggi, peringkat keterjangkauan yang lebih tinggi, suku bunga wajar yang lebih tinggi dan pandangan positif yang lebih tinggi pada harga properti namun demikian persepsi terhadap upaya Pemerintah untuk membuat perumahan terjangkau malah menurun.

Leave a reply

Iconomics