Menteri Bahlil: Negara Dari Langitpun Dipersilakan Investasi, Karpet Digelar untuk Negara Manapun
Menteri Investasi Bahli Lahadalia
Potret investasi di Indonesia di tahun 2022 lalu mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Dari target Presiden sebesar Rp1.200 triliun dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Rp968,4 triliun, Kementerian Investasi berhasil membukukan capaian senilai Rp1.207,2 triliun.
Dalam empat tahun terakhir ini sejak 2019, ada negara asal investor yang menempati posisi teratas. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyebutkan negara yang menempati posisi nomor satu yakni Singapura dengan total US$13.281,1 juta di tahun 2022. Bahlil menjelaskan investasi tersebut bukan sepenuhnya uang orang Singapura saja.
“Saya ingin menyampaikan jangan terjebak, ini uang bukan uang orang Singapura saja, tapi sebagian uang orang Indonesia dan mungkin ada sebagaian di dalam forum ini juga,” ucap Bahlil dalam Mandiri Investment Forum pada 1 Februari 2023.
Kemudian yang menempati posisi kedua di tahun 2019, 2020, dan 2022 adalah Tiongkok. Di tahun 2021 adalah Hongkong. Tiongkok dan Hongkong saling bersaing untuk menempati posisi kedua maupun ketiga.
Di tahun 2022, investasi Tiongkok di Indonesia senilai US$8.226,0 juta. Posisi ketiga adalah Hongkong dengan nilai investasi US$5.514,2 juta. Disusul Jepang dengan nilai investasi US$3.564,8 juta, Malaysia sebesar US$3.343,3 juta, Amerika Serikat sebesar US$3.026,2 juta. Korea Selatan sebesar US$2.297,8 juta, Belanda sebesar US$1.220,2 juta, dan Bermuda senilai US$964,7 juta, dan Inggris dengan nilai US$628,3 juta.
Bahlil pula menyoroti mengenai negara Eropa yang selama ini belum masuk ke sepuluh besar kini ada dua atau tiga negara. Hal ini juga mengisyaratkan bahwa Indonesia tak pernah memberikan karpet merah kepada negara tertentu.
“Kami membuka semuanya bahkan anekdot yang saya buat adalah negara dari langit pun yang mau datang investasi ke Indonesia selama dia mematuhi aturan perundang-undangan yang ada, maka silakan tanpa terkecuali kita akan layani dengan setulus hati,” katanya.
Mengenai tren berdasarkan sektor, Menteri Investasi mengatakan bahwa mulai tahun 2019 sampai 2022, sektor industri logam dasar, barang, logam, bukan mesin dan peralatannya meningkat 177,9% dari Rp61,6 triliun menjadi Rp171,2 triliun.