Minat Manajer Investasi di Indonesia Menerbitkan Produk ETF Masih Rendah

0
292

Minat perusahaan manajer investasi (MI) di Indonesia untuk menerbitkan produk investasi Exchange Traded Fund (ETF) masih rendah, bila dibandingkan produk reksa dana. Padahal ETF memiliki keunggulan karena menggabungkan berbagai fitur dalam reksa dana sekaligus bisa diperdagangkan secara langsung di pasar sekunder Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti halnya perdagangan saham.

Jeffrey Hendrik, Direktur PT Bursa Efek Indonesia mengatakan saat ini baru terdapat 49 produk ETF di pasar modal Indonesia. Ke-49 produk ETF tersebut diterbitkan oleh hanya 22 manajer investasi. Jumlah tersebut, tambahnya, hanya 23% dari total 95 manajer investasi yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan.

“Untuk itu tentunya kita bersama-sama akan mengembangkan ini [produk ETF] supaya investor kita punya pilihan yang lebih banyak dalam kegiatan investasinya di Bursa Efek Indonesia,” ujar Jeffrey pada acara peluncuran produk ETF besutan PT Majoris Asset Management, Kamis (15/6).

PT Majoris Asset Management menerbitkan produk ETF bernama Majoris Government Bond ETF Indonesia (XMGB). Produk dengan underlying surat berharga negara dengan tenor di bawah 5 tahun ini diterbitkan dalam jumlah 119 juta unit penyertaan dengan nilai aktiva bersih awal sebesar Rp1.000 per unit penyertaan.

Baca Juga :   FWD Asset Management Luncurkan Produk ETF Pertamanya di Bursa Efek Indonesia

Jeffrey mengapresiasi peluncuran produk Majoris Government Bond ETF Indonesia, apalagi ini merupakan produk ETF kedua yang diluncurkan oleh Majoris Asset Management. Sebelumnya, Majoris Asset Management menerbitkan ETF dengan underlying saham.

“Dari Bursa tentunya kami berharap Majoris Asset Management akan terus produktif menerbitkan ETF-ETF lain dan juga memberikan inspirasi kepada manajer investasi lain untuk ikut menerbitkan produk serupa supaya investor kita punya pilihan lebih dalam berinvestasi di pasar modal,” ujar Jeffrey.

Zulfa Hendri, Direktur Utama PT Majoris Asset Management menjeaskan surat berharga negara dipilih sebagai underlying karena saat ini surat berharga negara merupakan produk yang sangat diminati baik oleh investor institusi maupun investor individu.

“Di lain sisi berinvestasi di SBN ini adalah sarana bagi investor untuk mendukung pemerintah dalam pembangunan yang dilakukan pemerintah di segala bidang yang ujung-ujungnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Pertanyaan berikutnya, kenapa ETF? Zulfa menjelaskan ETF merupakan produk yang sangat bagus karena menghadirkan kemudahaan transaksi yang sudah sangat nyata seperti bertransaksi saham biasa. Harga ETF juga, menurut dia, sangat transparan dan mudah dianalisa oleh para investor.

Baca Juga :   BNP Paribas Meluncurkan Produk ETF Perdana

“Kemudian perdagangannya bisa dilakukan kapan pun selama jam perdaganagan Bursa Efek Indonesia,” ujarnya.

Walaupun di Indonesia produk ETF belum begitu populer seperti reksa dana, tetapi Zulfa mengatkakan PT Majoris Asset Management optimis produk ETF akan menjadi instrumen investasi favorit ke depan karena investor umumnya membutuhkan kemudahaan.

Dalam penerbitkan Majoris Government Bond ETF Indonesia ini BCA Sekuritas bertindak sebagai dealer partisipan dan Bank BCA sebagai bank kustodian.

Mardy Sutanto, Direktur Utama BCA Sekuritas mengatakan ini merupakan pengalaman pertama bagi BCA Sekuritas dalam hal penerbitan produk ETF. Ia mengatakan peluncuran produk ETF ini untuk menjawab kebutuhan investor akan adanya alternatif investasi dalam rangka diversifikasi risiko dari portofolio mereka.

“Seperti yang kita ketahui bersama, ETF merupakan produk investasi yang menggabungkan fitur-fitur positif dari produk reksa dana biasa dengan investasi langsung pada pasar modal, karena ETF dapat diperdagangkan di pasar sekunder seperti halnya perdagangan saham di Bursa,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics