Banyak Proyek Infrastruktur, Pendapatan Segmen Readymix WSBP Naik 89% Hingga September 2023

0
180

Pembangunan infrastruktur yang masif, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN) mengerek pendapatan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dari segmen usaha Readymix.

Mengutip laporan keuangan per September 2023, pendapatan segmen Readymix yang berkontribusi sekitar 45% terhadap pendapatan WSBP, mengalami kenaikan sekitar 89%, dari Rp244,25 miliar pada periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp461,16 miliar pada periode Januari-September 2023.

Fandy Dewanto, Vice President of Corporate Secretary mengatakan peningkatan signifikan pada pendapatan segmen Readymix didukung oleh banyaknya proyek infrastruktur penting yang membutuhkan Readymix berkualitas tinggi milik WSBP seperti Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung Kawasan Istana Kepresidenan RI, Pembangunan Jalan Kerja/Logistik IKN (KIPP) Paket Pembangunan Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4, Proyek Tol Simpang Tempadung – Pulau Balang Seksi 5A, dan proyek retail lainnya.

“Kami juga menyuplai Readymix untuk berbagai proyek jalan tol, gedung, bendungan, jembatan, bandara, dan proyek lainnya di Indonesia,”ungkap Fandy, dikutip dari keterangan pers, Jumat (29/12).

Fandy mengatakan untuk menyediakan kebutuhan pasar terhadap produk beton cair ini, saat ini WSBP didukung oleh 23 batching plant yang tersebar di seluruh Indonesia baik di Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Baca Juga :   Waskita Beton Rombak Susunan Komisaris

Secara keseluruhan, hingga September 2023, WSBP mebukukan pendapatan sebesar Rp1,03 triliun, turun sekitar 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan pendapatan ini terjadi karena penurunan pendapatan segmen Beton Precast dan Jasa Konstruksi, yang masing-masing turun sekitar 44% dan 58%.

Fandy mengatakan untuk segmen Beton Precast, pada tahun ini WSBP menyuplai proyek-proyek infrastruktur besar di tanah air seperti Proyek Pengaman Pantai di Teluk Jakarta, Proyek Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino (Baleno), dan Proyek Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 (Japek 2) Selatan Paket 3. Dari segmen Jasa Konstruksi, WSBP berhasil membukukan pendapatan usaha dari beberapa proyek konstruksi besar yaitu Proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (KAPB) dan Proyek Cimanggis-Cibitung Toll Ways (CCTW).

Pada periode sembilan bulan 2023, WSBP membukukan laba kotor sebesar Rp151 miliar, di mana Perseroan mencatatkan gross profit margin sebesar 14,6%. Selanjutnya, WSBP memiliki total aset sebesar Rp5,1 triliun.

”Dengan total aset yang kami miliki saat ini, WSBP mampu memproduksi produk Beton Precast dan mensuplai Readymix ke seluruh proyek-proyek yang strategis,” ujarnya.

Baca Juga :   WSBP Ikuti Sejumlah Proses Tender di Ujung 2024 dengan Total Nilai Kontrak Rp 2,78 T

Selain itu, seiring pemenuhan kewajiban Perusahaan kepada seluruh kreditur dalam rangka implementasi perjanjian perdamaian, perusahaan terus menjaga performa cash flow agar operasional perusahaan berjalan dengan baik guna mencapai target yang telah ditetapkan. WSBP juga selalu berkomitmen menjalankan seluruh operasional perusahaan dengan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan Tata Kelola Manajemen Risiko.

Dengan berbagai proyek besar yang dikerjakan, hingga November 2023 WSBP membukukan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp1,38 triliun. Perolehan kinerja yang baik ini didominasi oleh proyek eksternal sebesar 76% antara lain Proyek Jalan Feeder IKN, Proyek IKN Segmen Tempadung-Jembatan Pulau Balang, Proyek Bayung Lencir-Tempino Seksi 1, Proyek Sumbawa LNG Terminal & Regasification, dan proyek lainnya. Sedangkan nilai kontrak dari proyek internal sebesar 24% antara lain Proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Proyek Jakarta-Cikampek II Selatan, Proyek Jalan Tol CCTW, Proyek Terminal Donggala, dan proyek lainnya.

Dalam jangka pendek, WSBP memiliki banyak peluang baru untuk menyuplai produk Beton Precast dan Readymix berkualitas WSBP ke proyek-proyek pemerintah lainnya juga ekspansi ke proyek eksternal.

Baca Juga :   Begini Kontribusi WSBP Dalam Pembangunan Infrastruktur Pelindung Pantai di Teluk Jakarta

“Sementara untuk 3 – 5 tahun ke depan ada potensi pasar dari pembangunan IKN dan juga proyek yang berasal dari Non Waskita Group,”ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics