Rapor Merah Kinerja Keuangan Cinema XXI pada Semester I 2025
Bioskop Cinema XXI/Dok. Cinema XXI
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) membukukan kinerja keuangan yang memerah pada semester I 2025. Emiten bioskop dengan kode saham CNMA ini mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih pada separuh tahun 2025 ini.
Mengutip laporan keuangan, sepanjang semester I 2025, Cinema XXI membukukan pendapatan sebesar Rp2,88 triliun, turun 2,64% dari Rp2,96 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan pendapatan terjadi pada dua sumber utama pemasukan perusahaan, yaitu pendapatan tiket turun 4,03% menjadi Rp1,80 triliun. Pendapatan dari makanan dan minuman turun 1,26% menjadi Rp0,97 triliun.
Penurunan pendaptan diikuti dengan penurunan laba bersih. Laba bersih yang diatribukan ke entitas induk tercatat sebesar Rp288,56 miliar, turun 25,86% dari Rp389,19 miliar pada periode yang sama tahun lalu
Meski kinerja keuangan memerah, Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman mengklaim, capaian kinerja keuangan semester I 2025 ini sebagai “capaian kinerja positif” yang “merupakan hasil dari fondasi bisnis yang solid dan strategi perseroan yang dijalankan secara terukur dan konsisten.”
Ia berkata, pencapaian ini turut didukung oleh langkah Perseroan dalam mengoptimalkan strategi bisnis yang berfokus pada peningkatan layanan menonton dan ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia.
“Stabilitas kinerja Perseroan merupakan hasil dari efektivitas implementasi strategi yang terarah dan adaptif terhadap dinamika industri, serta penguatan jaringan operasional secara konsisten dan berkelanjutan,” kata Suryo dalam keterangan yang diterima Theiconomics.com, Senin (28/7).
Kinerja pada semester pertama tahun 2025 jelasnya, didorong oleh total jumlah penonton yang mencapai 42,5 juta penonton. Menurutnya, total penonton pada kuartal kedua melonjak lebih dari dua kali lipat dari total penonton di kuartal pertama. Peningkatan ini didukung oleh momentum Lebaran dan antusiasme penonton terhadap film-film box office, baik film nasional maupun internasional.
Tren positif performa film nasional yang masih berlanjut di semester pertama 2025, juga berperan positif bagi Cinema XXI. Hal ini tercermin dari kontribusi film nasional yang mencapai lebih dari 65% dari jumlah penonton di semester pertama 2025.
“Sebagai jaringan bioskop terbesar di Indonesia, kami bangga dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung kemajuan film Indonesia,” lanjut Suryo.
Suryo menambahkan, meningkatnya masyarakat yang ingin menikmati hiburan berkualitas juga turut mendongkrak kinerja Cinema XXI.
“Untuk itu kami berterima kasih karena Cinema XXI tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menikmati hiburan berkualitas. Kepercayaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik di setiap layar Cinema XXI,” tambah Suryo.
Adapun kontribusi pendapatan Cinema XXI masih berasal dari dua lini bisnis utama yaitu penjualan tiket bioskop sebesar 62,4%, dan penjualan makanan-minuman sebesar 33,6%.
Suryo mengatakan pada semester I 2025 ini terjadi peningkatan penjualan produk makanan. Hal itu dilihat dari rata-rata spend per head (SPH) untuk makanan dan minuman naik menjadi Rp25 ribuan, dibanding Rp23 ribuan pada semester I 2024.
“Peningkatan SPH ini menjadi indikator penting bahwa minat penonton terhadap produk F&B kami terus tumbuh secara sehat,” jelas Suryo.