IHSG Anjlok 1,28% Usai Prabowo Copot Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menteri Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pidato pada pembukaan perdagangan saham 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/1)/Foto: Tangkapan Layar Youtube IDX Chanel
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 100,49 poin atau 1,28% ke level 7.766,85 pada perdagangan Senin (8/9). Koreksi tajam ini terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet dan mencopot Sri Mulyani Indrawati dari jabatan Menteri Keuangan.
Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2022–2025. Pergantian ini menjadi sorotan karena peran sentral Sri Mulyani dalam mengawal kebijakan fiskal Indonesia.
Sri Mulyani Indrawati pertama kali menjabat sebagai Menteri Keuangan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Desember 2005, setelah sejak Oktober 2024 menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Pada Mei 2010, ia mundur dari kabinet SBY karena menerima tawaran menjadi Managing Director di Bank Dunia.
Kemudian, di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), ia kembali dipercaya menjadi Menteri Keuangan sejak 2016 hingga akhir masa jabatan Jokowi pada 2024.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, nilai transaksi saham pada hari ini mencapai Rp20,16 triliun dengan volume 35,47 miliar lembar. Investor asing tercatat membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp526 miliar
Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi penekan utama IHSG. BBCA turun 3,75%, BMRI melemah 4,06%, BBRI terkoreksi 2,50%, dan BBNI merosot 4,35%. Secara sektoral, indeks keuangan melemah hingga 2,29%
Di sisi lain, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan, antara lain ANTM yang naik 6,49% dan DSSA yang menguat 4,38%, sehingga menahan IHSG dari penurunan lebih dalam.