Ketua Apindo: Indonesia Miliki Masalah Serius Soal SDM

0
61

Investasi sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu yang penting diperhatikan. Ketersediaan lapangan pekerjaan tak sebanding dengan ketersediaan tenaga kerja. Kualifikasi tenaga kerja belum selaras dengan lapangan pekerjaan yang tersedia.

Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani mengatakan adanya hambatan serius dalam penciptaan lapangan kerja di Indonesia. “Pada 2024, kebutuhan lapangan kerja mencapai 12,2 juta orang. Dengan kebutuhan lapangan kerja baru 4,4 juta orang. Pengangguran sebesar 7,8 juta orang. Yang terserap hanya 4,8 juta orang. Tren ini menunjukkan adanya masalah struktural dalam penciptaan lapangan pekerjaan,” kata Shinta diskusi Meet the Leaders yang digelar Universitas Paramadina.

Ia juga melihat kualitas tenaga kerja dinilai belum sebanding dengan kebutuhan industri. Dari seluruh lulusan, 36,5% hanya berpendidikan SD dan lulusan S1 baru 12%. Akibatnya, hanya 26% pelaku usaha yang menilai tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri.

Persoalan besar lainnya adalah dominasi sektor informal yang hampir mencapai 60%, bahkan menurut data ILO bisa lebih dari 70%.

Baca Juga :   Pengamat: Pemerintah Harus Hati-Hati Susun Omnibus Law soal Tenaga Kerja

“Informal sektor didominasi oleh UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) yang 56 juta UMKM aktif jumlahnya. UMKM adalah kategori jenis/level usaha. Sedang entrepreneurship/wirausaha sekitar 3,5% dari populasi. Entrepreneur harus punya inovasi. Sebagian UMKM bisa dianggap entrepreneur tapi kebanyakan UMKM tidak punya inovasi dan tidak dianggap entrepreneur,” terangnya.

Sebagai perbandingan, tingkat kewirausahaan di Thailand mencapai 4,8% dari populasi, sementara Singapura bahkan 11–12%.

Shinta menegaskan bahwa peningkatan jumlah wirausaha sejati merupakan kunci bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics