Kinerja Keuangan Pertamina Positif, Cetak Pendapatan US$ 672 T Periode Januari-Juli 2025

0
66
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Pertamina (Persero) membukukan pendapatan sebesar Rp 672 triliun pada periode Januari-Juli 2025. Dari jumlah itu, minyak dan gas bumi yang diproduksi Pertamina mencapai 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), dan tingkat yield valuable kilang mencapai 84%.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, Pertamina mampu mempertahankan kinerja keuangan, dan operasional, melalui berbagai upaya, dan respons strategis.

“Pertamina menjaga kinerja keuangan tetap positif hingga Juli 2025, meskipun menghadapi penurunan parameter yang signifikan pada harga minyak mentah, solar, dan kurs dolar Amerika Serikat, dibandingkan dengan 2024,” kata Simon di Komisi VI DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/9).

Selain itu, kata Simon, pihaknya pun mencatat laba setelah pajak mencapai US$ 1,5 miliar. Sedangkan, dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai US$ 6,2 miliar.

“Dengan demikian kredit rating dapat dipertahankan pada level investment grade, setara credit rating pemerintah Indonesia,” ujar Simon.

Dari sisi operasional, kata Simon, beberapa capaian Pertamina di antaranya, temuan cadangan migas baru sebesar 724 juta barel setara minyak (MMBOE) di wilayah kerja Rokan. Kemudian, produksi sustainable aviation fuel (SAF) pertama di Asia Tenggara dengan kapasitas 9.000 barel per hari, proyek revitalisasi tangki Arun dengan kapasitas 127.200 meter kubik, yang ditargetkan selesai pada Desember 2025.

Baca Juga :   Inilah Kunci Pertumbuhan Laba Bersih RNI Kuartal III yang Sebesar 192%

Selanjutnya, kata Simon, Pertamina pun telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) Lumut Balai, dengan kapasitas 800 gigawatt hour (GWh). Juga meluncurkan Pertamax Green 95 di 160 gerai, dengan volume penjualan 4,83 ribu kiloliter sampai dengan Juli 2025.

“Pertamina secara konsisten berkontribusi pada penerimaan negara, dengan total di atas Rp 300 triliun per tahun dalam bentuk pajak, dividen, dan PNBP (pendapatan negara bukan pajak). Hingga Juli 2025, kontribusi itu telah mencapai Rp 225,6 triliun. Menjadikan Pertamina sebagai penyumbang dividen terbesar untuk Danantara, sekaligus BUMN kontributor pajak terbesar,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics