3 Jurus Kemenperin Menjawab Tantangan IKM
Kementerian Perindustrian mengungkapkan potensi yang bisa dikembangkan pada industri kecil dan menengah. Secara keseluruhan jumlah industri kecil dan menengah mendominasi dengan sebesar 99,79% atau sebesar 4.435.542 unit usaha. Sedangkan industri besar hanya sebesar 9.528 unit usaha.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, Ketua Tim Kerja Penumbuhan dan Pengembangan Kemenperin, Ni Wayan Yuni Widayanti menjelaskan industri besar menyerap hingga 10.215.137 orang. Sedangkan industri kecil dan menengah sebanyak 5.367.766 orang.
“Kalau melihat angka dari jumlah industri dan tenaga kerja ini, potensial sekali industri kecil dan menengah ini perannya dalam perekonomian Indonesia,” kata Ni Wayan dalam acara The Iconomics Social Business Innovation Forum 2025 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Dibalik potensi tersebut, Ni Wayan mengatakan kontribusi dari nilai keluaran (output) yang dihasilkan industri kecil dan menengah masih terbilang kecil. Meski besar secara jumlah, nilai keluaran yang dihasilkan industri itu hanya sebesar 21,01%. Sementara industri besar berperan dominan dengan nilai keluaran mencapai 78,99%.
“Ini masih menjadi tantangan sendiri bagaimana industri kecil dan menengah yang jumlahnya besar ini mampu memberikan kontribusi output yang kira-kira seimbang dengan pelaku usaha industri besar,” ujarnya.
Untuk menjawab tantangan itu, Ni Wayan mengatakan Kemenperin memiliki 3 strategi utama yakni, pengurusan kebijakan, pemberian fasilitas, dan penguatan kelembagaan. Tujuannya, untuk menciptakan pelaku industri kecil dan menengah yang berdaya saing, masuk dalam pengelolaan industri nasional, menghasilkan produk yang diekspor, dan membuka lapangan kerja.
“Program prioritas dari Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) ini ada 2 program besar. Pertama adalah program peningkatan daya saing dalam hilirisasi, dan juga peningkatan nilai tambah. Lalu yang kedua program penumbuhan nilai usaha baru, untuk menciptakan lapangan kerja yang produktif dan juga kewirausahaan,” katanya.