Penerimaan Neto Pajak Periode Januari-Oktober 2025 Turun 3,86% Dibanding 2024

0
75
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut penerimaan pajak bruto periode Januari-Oktober 2025 mencapai Rp 1.799,5 triliun, atau tumbuh 1,8% dibanding periode yang sama di 2024 sebesar Rp 1.767,1 triliun. Sedangkan, penerimaan pajak neto turun menjadi Rp 1.459 triliun, atau 3,86% dibanding periode yang sama di 2024 yang mencapai Rp 1.517,5 triliun.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto menjelaskan, pertumbuhan penerimaan pajak bruto ditopang dari kinerja sektor ketenagalistrikan, pertambangan bijih logam, perdagangan besar bahan bakar, perdagangan daring, pertanian tanaman tahunan, perbankan, dan industri minyak kelapa sawit.

“Kalau kita lihat rata-rata per bulan, ada kenaikan sekitar Rp 3,3 triliun per bulan. Atau dari Rp 1.767 triliun ke Rp 1.799 triliun per bulan,” kata Bimo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11).

Bimo menambahkan, turunnya penerimaan pajak neto disebabkan peningkatan restitusi sebesar 36,4%. “Dengan begitu, walau penerimaan pajak bruto sudah mulai positif, penerimaan neto masih mengalami penurunan,” ujar Bimo.

Meski demikian, kata Bimo, penurunan neto tidak bisa dijadikan pedoman mengenai kondisi ekonomi saat ini. Sebab, peningkatan restitusi membawa dampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Baca Juga :   Tak Hanya Bimo Wijayanto dan Djaka Budhi Utama yang Dilantik, Menkeu Lantik Puluhan Pejabat Tinggi Madya

“Restitusi ini artinya uang kembali ke masyarakat, sehingga dengan restitusi, kas yang diterima masyarakat, termasuk private sector, itu tentu bertambah, dan diharapkan bisa meningkatkan geliat perekonomian,” kata Bimo.

Berikut rincian realisasi penerimaan pajak bruto dan neto Januari-Februari 2025:

Realisasi Bruto:

– PPh Badan: Rp 331,3 triliun, naik 5,3%
– PPh Orang Pribadi dan PPh 21: Rp 192,1 triliun, turun 12,6%
– PPh Final, PPh 22, dan PPh 26: Rp 280,2 triliun, naik 0,3%
– PPN dan PPnBM: Rp 796,1 triliun, turun 2,1%
– Lainnya: Rp 199,6 triliun, naik 42,8%

Realisasi Neto:

– PPh Badan: Rp 237,5 triliun, turun 9,6%
– PPh Orang Pribadi dan PPh 21: Rp 191,6 triliun, turun 12,8%
– PPh Final, PPh 22, dan PPh 26: Rp 275,5 triliun, turun 0,1%
– PPN dan PPnBM: Rp 556,6 triliun, turun 10,3%
– Lainnya: Rp 197,6 triliun, naik 42,3%

Leave a reply

Iconomics