PLN Siagakan Puluhan Ribu Personel untuk Pastikan Pasokan Listrik Nataru
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan) saat melakukan pemantauan di Distribution Control Center pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Cirata, di Purwakarta, Jawa Barat. Transformasi berbasis digital secara end to end membuat kelistrikan lebih andal dan berhasil menjadikan PLN diakui di kancah global/Dok. PLN
PT PLN (Persero) menyiagakan 69.000 Personel di seluruh Indonesia selama periode Natal 205 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiapan itu dilakukan untuk menjaga pasokan listrik selama periode Nataru.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan seluruh personel PLN bersiaga selama 24 jam tanpa henti. Upaya itu dilakukan untuk memberikan perhatian penuh terhadap suplai listrik, khususnya di tengah potensi cuaca ekstrem selama periode Nataru.
Langkah itu, kata Darmawan, dilakukan untuk melaksanakan arahan pemerintah agar layanan kelistrikan tetap optimal di seluruh wilayah Indonesia.
“Seluruh unit PLN telah melaporkan bahwa semua lokasi prioritas terjaga dengan optimal tanpa adanya gangguan kelistrikan, sehingga aktivitas ibadah, layanan publik, dan mobilitas masyarakat selama periode Nataru dapat berlangsung aman dan lancar,” kata Darmawan dalam keterangan resminya pada Sabtu (27/12/2025).
Dalam mendukung kesiapsiagaan tersebut, Darmawan menyebutkan personel PLN dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung seperti 1.917 unit genset, 737 unit uninterruptible power supply (UPS), 1.338 unit gardu bergerak, 434 unit truk crane, 4.720 unit mobil operasional, dan 4.412 unit sepeda motor operasional.
Untuk menghadapi dinamika cuaca selama Nataru, Darmawan menyebutkan PLN melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dimanaatkan sebagai referensi operasional yang terintegrasi ke pusat pengendalian sistem, guna mendukung pengambilan keputusan secara tepat dan terukur.
“Jadi kami tidak lagi bersikap reaktif, tetapi kami telah menyiapkan langkah-langkah preventif untuk mitigasi risiko perubahan cuaca,” ujar Darmawan.
Sementara itu, Direktur Distribusi PLN, Asyadany G. Akmalaputri menyebutkan PLN pun telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) komunikasi, dan alur eskalasi yang jelas, sehingga koordinasi penanganan dapat dilakukan secara responsif dan terstruktur.
“Berdasarkan perkiraan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia itu diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas yang beragam,” tutup Arsyadany.