2 Tahun Beroperasi, LinkAja Akui Telah Sediakan Ekosistem Secara Komprehensif
Tangkapan layar YouTube, Chief Technology Officer LinkAja Rahmat Bagas Santoso/Iconomics
Setelah beroperasi selama 2 tahun, perusahaan layanan uang elektronik milik badan usaha milik negara (BUMN), LinkAja mengklaim sudah mampu menyediakan ekosistem secara menyeluruh. Sudah banyak layanan yang diberikan kepada masyarakat sehingga pengguna yang terdaftar mencapai 66 juta.
“Dari jumlah itu, 75% ada di tier 1 dan tier 2 dan ini cara kita membangun inklusi keuangan. Soalnya Indonesia tidak hanya Jakarta tetapi juga banyak pulaudan kota lain,” kata Chief Technology Officer LinkAja Rahmat Bagas Santoso dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (24/3).
Rahmat mengatakan, pendirian LinkAja bertujuan untuk mendorong ekonomi sebagai bagian dari meningkatkan inklusi keuangan Indonesia. Misinya membangun ekosistem yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Dari pemetaan itu, kata Rahmat, LinkAja sebenarnya menyasar konsumen khusus ultra-mikro yang berada di antara pertengahan UMKM. Secara menyeluruh layanan LinkAja tidak hanya melayani pembayaran pakai QR di mal tapi juga ke dasar kebutuhan masyarakat Indonesia.
Halaman Berikutnya