Ada Siswa Keracunan di Cianjur, BGN Masih Tunggu Hasil Laboratorium
Kepala BGN (periode 2024 - Juni 2026), Dadan Hindayana/Dok. BGN
Badan Gizi Nasional (BGN) belum dapat memastikan keracunan yang dialami puluhan siswa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terjadi karena mengkonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan pihaknya masih menunggu hasil laboratorium yang sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab keracunan yang menimpa siswa/siswi tersebut.
“Kami turut menyampaikan rasa empati dan berharap seluruh siswa segera pulih. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyebab keracunan, apakah berasal dari MBG atau bukan,” kata Dadan dalam keterangan resminya pada Selasa (22/04/2025).
Berdasarkan laporan, Dadan menjelaskan sampel makanan yang dimasak pada Senin (21/04/2025) telah dikirimkan ke laboratorium Kesda provinsi setempat. Hasilnya akan keluar dalam rentang waktu 10 hari ke depan.
Menurut keterangan yang diberikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Dandan mengatakan makanan yang diolah telah memenuhi standar, dan diproses sebagaimana mestinya.
Sebagai langkah selanjutnya, Dadan menyebutkan BGN akan meningkatkan pengawasan standar penyimpanan makanan di dapur MBG, melakukan proses penyempurnaan sistem skala nasional, mendorong transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital, dan meningkatkan kapasitas pelatihan keamanan pangan bagi seluruh penyedia MBG.
“Kami sedang menunggu hasil Lab Kesda Provinsi dari sampel yang sudah dikirimkan. Kami akan update infonya pada kesempatan pertama setelah hasil lab. keluar,” ujar Dadan.