Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2026 Berpotensi Tembus 5,6%

0
69

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 5,4 persen, dengan potensi meningkat hingga 5,6 persen, di tengah perlambatan ekonomi global yang masih stagnan di kisaran 3 persen.

“Pertumbuhan ekonomi ditargetkan di tahun 2026 sebesar 5,4 persen, dengan potensi hingga 5,6 persen,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Kantor Danantara.

Acara yang berlangsung pada Jumat sore (13/2) itu dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, para menteri Kabinet Merah Putih, pelaku usaha, ekonom, hingga perwakilan lembaga internasional.

Airlangga menjelaskan, target pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh sejumlah sektor prioritas, antara lain pertanian, industri manufaktur, ekonomi digital, dan energi, serta implementasi program unggulan pemerintah seperti makan bergizi gratis, koperasi Desa Merah Putih, dan program pembangunan tiga juta rumah.

“Diharapkan ini menjadi sumber pertumbuhan yang mampu menyerap tenaga kerja luas, akselerasi produktivitas, dan penggerak utama pendukung pembiayaan non-APBN diantaranya melalui Danantara,” ujarnya.

Airlangga memaparkan bahwa kinerja ekonomi Indonesia masih relatif solid dibandingkan negara G20 lainnya. Pada 2025, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,11 persen secara tahunan, didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh kuat sebesar 4,98 persen.

Baca Juga :   Erick Thohir: Siapapun Pemimpinnya ke Depan, Indonesia Butuh Solusi

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tersebut, kata dia, mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta meningkatnya mobilitas masyarakat seiring momentum hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru, di tengah aktivitas ekonomi yang tetap terjaga.

Selain konsumsi rumah tangga, konsumsi organisasi dan lembaga kemasyarakatan juga tumbuh tinggi sebesar 5,13 persen, didorong oleh peningkatan kegiatan sosial serta kebijakan penanganan bencana yang responsif. Kondisi ini turut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari sisi investasi, pertumbuhan tercatat 5,09 persen, sementara belanja modal pemerintah melonjak signifikan sebesar 44,2 persen. Pemerintah berharap realisasi belanja tersebut dapat terus dipercepat, khususnya pada kuartal pertama tahun ini, guna menjaga permintaan domestik dan berperan sebagai peredam terhadap risiko perlambatan ekonomi global. Secara khusus, belanja pemerintah pada kuartal IV 2025 tumbuh 4,55 persen.

Kinerja ekspor juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 7,03 persen, didukung oleh peningkatan nilai dan volume ekspor serta kenaikan kunjungan wisatawan dari sektor pariwisata yang meningkat sekitar 10 persen sepanjang 2025.

Baca Juga :   Melambat, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,05% pada Triwulan II 2024

Dari sisi sektoral, pertanian tumbuh 5,03 persen, ditopang peningkatan produksi yang mendukung ketahanan pangan dan stabilitas harga. Industri pengolahan tumbuh 5,3 persen berkat kuatnya permintaan domestik, kinerja ekspor yang solid, serta penguatan hilirisasi.

Sementara itu, sektor transportasi, pergudangan, akomodasi, dan makan minum tumbuh di atas 7 persen, seiring meningkatnya mobilitas dan pariwisata domestik yang mencapai 1,2 miliar perjalanan sepanjang 2025, atau tumbuh 17,55 persen dibandingkan 2024.

Pertumbuhan ekonomi tersebut turut diiringi perbaikan indikator sosial. Tingkat kemiskinan menurun menjadi 8,25 persen, rasio gini membaik ke level 0,36, serta tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,74 persen. Realisasi investasi juga menghasilkan tambahan 2,71 juta lapangan kerja.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics