Anak Usaha RGE Peroleh Pinjaman SLL Sebesar RMB 1 Miliar dari Konsorsium Bank di China
Royal Golden Eagle (RGE) mengumumkan bahwa perusahaan anggotanya Asia Symbol (Shandong) Pulp and Paper Co., Ltd. (Asia Symbol) telah menandatangani pinjaman terkait keberlanjutan/Dok. RGE
Royal Golden Eagle (RGE) mengumumkan bahwa perusahaan anggotanya Asia Symbol (Shandong) Pulp and Paper Co., Ltd. (Asia Symbol) telah menandatangani pinjaman terkait keberlanjutan (sustainability-linked loan/SLL) pertama dari jenisnya sebesar RMB 1 miliar dari konsorsium beberapa bank China. Pinjaman tersebut dipimpin oleh Agricultural Bank of China, dengan konsorsium terdiri Export-Import Bank of China, Bank of Communications dan China Merchants Bank.
Vice President, Investment Banking Department dari Agricultural Bank of China, Jun Yang mengatakan bahwa SLL memiliki posisi yang jelas dan pelaksanaan yang efisien. KPI dirancang berdasarkan tiga arah pembangunan berkelanjutan, yaitu produksi bersih, ekonomi sirkular, dan tanggung jawab sosial. Pinjaman ini juga merupakan SLL pertama di industri bubur kayu dan kertas dalam negeri.
Wakil Presiden RGE, China, Langen Shu mengatakan RGE selalu berpegang pada pembangunan berkelanjutan. RGE China memiliki tujuan untuk mencapai pengurangan emisi karbon sebesar 30% pada tahun 2030. Menurutnya, strategi keuangan hijau Agricultural Bank of China sangat konsisten dengan model bisnis ESG RGE.
“Kolaborasi kami menggarisbawahi komitmen bersama untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan di Tiongkok. Kami berharap SLL dapat mendorong lebih banyak kemitraan antara bank dan perusahaan serta memberikan model yang layak untuk transformasi industri tradisional yang berkelanjutan,” kata Langen Shu dalam keterangan resminya.
Mundur sejenak, RGE mengumpulkan SLL sebesar US$1,6 miliar untuk berbagai grup bisnisnya pada tahun 2022. Pada tahun 2022, RGE meningkatkan pinjaman hijau pertamanya serta pembiayaan yang didukung aset karbon di Tiongkok yang juga merupakan kesepakatan pembiayaan karbon milik asing pertama di negara tersebut.