Antara Kasus Harian Covid-19, Pemulihan Ekonomi dan Permintaan Infrastruktur
Tangkapan layar YouTube, Kepala Ekonomi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI, I Kadek Dian Sutrisna/Iconomics
Perkembangan kasus pandemi Covid-19 terkait erat dengan perkembangan perekonomian dan permintaan infrastruktur. Fakta itu tampak dari perekonomian negara-negara di dunia seperti Tiongkok dan Vietnam yang berhasil menurunkan kasus harian Covid-19, pemulihan ekonominya relatif lebih cepat dibanding negara lain.
Menurut Kepala Ekonomi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI, I Kadek Dian Sutrisna, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada Kuartal II/2020 sudah tumbuh positif. Sementara Vietnam walau di Kuartal II/2020 sempat negatif, tetapi sepanjang 2020 mencatatkan pertumbuhan positif 0,39%.
“Jadi memang sangat erat kaitan perkembangan kasus Covid-19 ini dengan pemulihan perekonomian dan pada akhirnya nanti akan mempengaruhi permintaan infrastruktur terutama di sektor transportasi,” kata Dian Sutrisna dalam sebuah diskusi virtual beberapa waktu lalu.
Dian mengatakan, pihaknya mengembangkan model berdasarkan teori Baldwin dan Mauro yang menghubungkan perkembangan kasus harian Covid-19 dan permintaan infrastruktur pada April 2020. Berdasarkan model itu, dimasukkan kebijakan-kebijakan pemerintah seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketika kasus harian meningkat, maka permintaan infrastruktur relatif akan mengalami penurunan karena pembatasan mobilitas masyarakat.
Selanjutnya, kata Dian, ketika penambahan kasus harian Covid-19 mencapai puncaknya dan kemudian menurun secara berkala, maka permintaan kepada infrastruktur mulai mengalami peningkatan. Dari fakta ini, maka perkembangan kasus harian Covid-19 dengan permintaan infratstruktur terkait erat khususnya untuk sektor transportasi.
Karena itu, kata Dian, vaksinasi menjadi kunci untuk mengurangi kesenjangan antara mobilitas dan aktivitas ekonomi di masa pandemi. Semakin masif pemberian vaksinasi, maka kesenjangan antara masalah kesehatan dan perekonomian ini akan semakin mengecil.
“Negara-negara maju jumlah vaksinasi untuk per satu juta penduduk relatif lebih tinggi dibanding negara-negara Asia. Tiongkok menjadi negara tertinggi dalam hal vaksinasi per satu juta penduduk dibandingkan negara-negara lain,” kata Dian.