Askrindo dan Alfamart Berikan Asuransi untuk 10.000 Mitra UMKM

0
58

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) bersama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) meluncurkan program pelindungan usaha bagi 10.000 mitra usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Alfamart di seluruh Indonesia.

Program ini menghadirkan manfaat pelindungan asuransi dengan total pertanggungan hingga Rp50 miliar untuk mengantisipasi dua risiko terbesar yang dapat menghambat jalannya operasional pelaku UMKM, yakni risiko kecelakaan kerja dan kebakaran. Melalui program ini, Askrindo dan Alfamart ingin memberikan rasa aman dan dukungan nyata bagi para pelaku UMKM yang merupakan mitra UMKM Alfamart.

Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran mengatakan pelindungan bagi UMKM secara menyeluruh dapat diminimalisasi dengan memilih produk asuransi yang sesuai kebutuhan UMKM.

“Kami percaya, pelindungan terhadap risiko usaha adalah fondasi penting agar UMKM bisa tumbuh berkelanjutan. Dengan semangat tumbuh bersama, kami mendukung penuh inisiatif Alfamart ini agar semakin banyak UMKM terlindungi dan memiliki keberanian untuk terus berkembang,” kata Fankar dalam keterangan resminya.

Fankar juga menambahkan bahwa tidak hanya melindungi aset, manfaat asuransi mikro bagi UMKM juga bisa dirasakan oleh para karyawan. Termasuk pelindungan karyawan dengan pemberian manfaat penggantian apabila terjadi risiko kecelakaan atau kematian.

Baca Juga :   Kilang Pertamina Terbakar di Cilacap, Ketua DPR Imbau Masyarakat Tidak Panik

“Program ini membantu UMKM untuk mendapatkan edukasi memadai mengenai perlunya pelindungan sebuah usaha dari berbagai risiko,” kata Fankar.

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin mengatakan tidak hanya sekadar bantuan finansial, namun juga merupakan langkah literasi pelindungan usaha bagi UMKM yang selama ini belum terjangkau produk asuransi.

“UMKM adalah bagian penting dari denyut ekonomi nasional. Sebagai mitra usaha mereka, Alfamart merasa bertanggung jawab untuk memberikan pelindungan agar mereka bisa menjalankan usahanya dengan lebih tenang dan percaya diri, hal ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem usaha kecil yang lebih kuat, dengan semangat untuk tumbuh bersama,” kata Solihin.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Riza A. Damanik menilai bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari agenda strategis pemerintah untuk memperkuat peran UMKM dalam ekonomi nasional.

Riza menambahkan, saat ini ada hal – hal yang dihadapi oleh UMKM a.l 60% UMKM belum mendapatkan akses permodalan. Dari sisi legalitas, baru 20% UMKM yang punya NIB dan ada 60% UMKM lebih belum mendapatkan layanan pelatihan dan pengembangan usaha, serta lebih dari 53% UMKM tidak paham tentang dan mempersiapkan diri menghadapi dari risiko bencana.

Baca Juga :   PLN Programkan Pengentasan Kemiskinan Lewat Sambungan Listrik

Menurutnya, program seperti ini menunjukkan bahwa sektor swasta dan BUMN memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pelindungan yang inklusif untuk UMKM.

“Kami mendukung penuh inisiatif Jualan Lancar, Dagangan aman, dan berharap semakin banyak pelaku usaha kecil bisa tumbuh bersama Indonesia,” kata Riza.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics