Blibli Mendukung Perlindungan HKI, Apa Saja yang Dilakukan?
Senior Vice President of SSOD Blibli, Geoffrey L. Dermawan
Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sejatinya melekat pada produk pemilik si pencipta yang juga menandakan originalitas apabila terdapat produk serupa atau sama persis. Sengaja atau tidak disengaja, seringkali terjadi pelanggaran HKI
Senior Vice President of SSOD Blibli, Geoffrey L. Dermawan mengatakan bahwa di Indonesia masih adanya pengetahuan yang kurang akan pelanggaran hak cipta yang terjadi, terutama di internet. Apalagi, di internet saat ini sudah banyak orang berjualan sehingga berpotensi adanya penjualan barang palsu.
“Secara pemalsuan itu sendiri yang menyebabkan harga yang lebih murah daripada produk aslinya. Jadi sebenarnya itu kan menyebabkan terjadinya pemilihan dari masyarakat yang secara kalau kita lihat itu adalah tidak menyebabkan terjadinya korban jiwa, tetapi menyebabkan terjadinya kerugian terhadap pemilik HKI tersebut,” kata Geoffrey dalam Serba Serbi Literasi Digital pada Rabu (12/04/2023).
Adanya kepemilikan HKI sebetulnya memiliki banyak manfaat untuk para pelaku usaha, selain untuk mematenkan produknya, juga bisa juga untuk branding. Manfaat lain antara lain HKI merupakan aset perusahaan, HKI yang dilindungi dapat digunakan untuk menarik investor, dan kepemilikan HKI meningkatkan potensi ekspor suatu produk.
“Potensi nanti ke depannya juga pada saat mereka ingin melakukan monetization ya kan secara bisnis ataupun cara distribusi ataupun bisa digunakan untuk mendapatkan investment dari para investor karena kalau brand-nya makin besar, pasti banyak yang tertarik untuk invest,” ucapnya.
Menurutnya, untuk para pelaku bisnis maupun UMKM harus mulai sedini mungkin untuk mendaftarkan ciptaan produknya ke HKI.
Lebih lanjut, Geoffrey juga menyoroti terkait mayoritas produk yang saat ini tengah sangat diminati yaitu makanan dan minuman, kerajinan tangan, dan produk kosmetik. Melihat secara survei, kata Geoffrey, bahwa orang Indonesia saat ini lebih suka membeli produk lokal dengan persentasenya sebanyak 59%.
SVP of SSOD Blibli menyampaikan bahwa di Blibli, kategori produk favorit yaitu Bliblimart, home and living, ibu dan anak, kesehatan dan kecantikan, serta olahraga dan hobi. Untuk demografi para pengunjung Blibli adalah milenial dengan umur 25 sampai 40 tahun dan didominasi oleh wanita dengan persentase sebanyak 55%.
Dalam hal ini, Blibli memiliki berbagai program untuk milenial dapat membangun brandnya mulai dari brand relations, kanal promosi, gratis foto produk, hingga fulfillment by Blibli. Blibli juga melakukan beberapa upaya dalam melindungi HKI pemegang merek yaitu Blibli brand protection, sistem kurasi produk dengan artificial intelligence and machine learning, dan jalur aduan khusus untuk para pemilik merek.
“Jadi dengan ini kita jamin bahwa para pengusaha muda itu datang karena bahwa kerja sama dengan kita, kita membantu, sangat menjunjung tinggi dari sisi kepemilikan HKI,” lanjutnya.