BP Tapera Sebut Masyarakat Masih Minati Rumah Subsidi di 2026, Ini Indikatornya
Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) optimistis masyarakat masih meminati rumah subsidi pada 2026. Indikatornya terlihat dari sebagian masyarakat yang mendaftar dalam Sistem Informasi KPR Sejahtera (SiKasep) pada 2025.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan, di tengah kelesuan permintaan pasar terhadap rumah komersial pada 2025, segmen rumah subsidi justru menunjukkan kinerja yang positif. Dan itu menjadi salah satu indikator bagi BP Tapera dalam menilai kondisi pasar tahun depan.
“Di sistem kita itu sudah ada 327 ribu orang yang mendaftar di SiKasep per 18 Desember 2025. Makanya teman-teman pengembang sudah kita dorong untuk langsung genjot produksinya. Kalau memang tidak bisa akad karena memang belum selesai, dan sebagainya, Januari mungkin sudah kita dorong untuk akselerasinya menjadi realisasi di 2026,” kata Heru saat ditemui di Pondok Indah Banten, Serang, Sabtu (20/12).
Dari sisi ketersediaan, kata Heru, pihaknya menargetkan kuota rumah subsidi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 350 ribu unit. Angka tersebut masih sama seperti kuota pada 2025.
Untuk mengejar target tersebut, kata Heru, pihaknya mendorong Kementerian Keuangan untuk memberikan kewenangan kepada BP Tapera agar bisa menyalurkan saldo kas yang dikumpulkan dari anggaran bulanan peserta.
“Terutama saldo akhir kas di triwulan IV tahun anggaran sebelumnya. Itu kita gunakan di awal Januari,” ujar Heru.
Menjelang akhir Desember 2025, ujar Heru, BP Tapera terus berkoordinasi dengan bank penyalur dan pengembang untuk mengakselerasi kuota rumah subsidi. Tujuannya, agar mencapai target yang ditentukan sebelumnya.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya maksimal akad hingga 15 Desember, tahun ini kita perpanjang sampai 30 Desember pukul 00.00 WIB. Itu terakhir akad yang bisa diajukan penyalurannya di BP Tapera,” tutur Heru.