BPJamsostek Targetkan Peserta Naik 2 Kali Dalam 5 Tahun
Pengurus BPJS Ketenagakerjaan menghadap presiden laporkan kerjanya selama 19 bulan terakhir sejak dilantik
BPJamsostek (BPJS Ketenagakerjaan) menargetkan jumlah peserta akan menjadi 70 juta dalam 5 tahun. Target jumlah tersebut dua kali dari jumlah peserta sekarang.
“Kami di BPJamsostek tanggung jawabnya adalah meningkatkan kepesertaan/coverage dari peserta atau pekerja di Indonesia. Kami menyampaikan posisi sampai hari ini (7 Oktober 2022), sejak kami dilantik, jumlah pekerja sudah meningkat 7 juta, waktu kami dilantik 28 juta, saat ini sudah 35 juta. Kami menargetkan dalam 5 tahun tumbuh 2 kali lipat menjadi 70 juta,” kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan Eko Anggoro Cahyo dalam keterangan resmi.
Selain kepesertaan, investasi juga turut dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo yang melantik pengurus BPJamsostek 19 bulan lalu. Presiden mengingatkan kepada pengurus agar mengelola dana dengan baik dan hati-hati.
“Saat ini, kami menyampaikan posisi dana kami Rp607 triliun, pada 19 bulan lalu Rp487 triliun, meningkat kurang lebih Rp120 triliun. Dan komposisinya mengalami penyesuaian, menyesuaikan dengan market yang ada. Sehingga harapannya dana ini ke depannya dapat dikelola dengan baik,” kata Eko Anggoro.
Ia juga menjelaskan dari dana sebesar sekitar Rp607 triliun itu diinvestasikan sekitar 89% ke government related, dimana 65%-nya berada di surat berharga negara. Pilihan investasi tersebut menimbang agar dana tersebut aman dan tetap ada dananya saat dibutuhkan.
Layanan yang berbasis digital juga menjadi salah satu kemajuan yang diungkapkan oleh Anggoro. Waktu klaim disebutnya lebih cepat dibandingkan sebelum dilakukan digitalisasi.
“Dulu kalau klaim membutuhkan waktu 10-12 hari. Saat ini hanya 12 menit sudah bisa klaim lewat Jamsostek Mobile. Ini salah satu upaya dan memberikan kecepatan serta kepuasan kepada peserta,” kata Dirut BPJamsostek.