BPOM Temukan 1,1% Takjil yang Mengandung Bahan Berbahaya
Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers pada Senin (17/04/2023)
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 1,1% takjil mengandung bahan berbahaya dari 8.600 sampel takjil di seluruh Indonesia.
“Dari hasil pengawasan sekitar 8.600 sampel takjil seluruh Indonesia, sekitar 1,1% saja yang mengandung bahaya yang dilarang digunakan pada pangan, formalin, rhodamin boraks ini masih ada terutama formalin,” kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers pada Senin (17/04/2023).
Dalam hal pengawasan ini, setiap menjelang Ramadan, kata Penny, tentunya mengumpulkan para pengusaha dan para pedagang untuk memberikan informasi edukasi terkait standar yang harus dipenuhi dalam mengolah pangan.
Kepala BPOM juga menyoroti terkait aspek keamanan yang dikaitkan dengan kesehatan nutrisi. Menurutnya, hati-hati dengan penggunaan gula, garam, dan lemak yang memiliki bahn berbahaya yang tinggi pada tubuh.
“Dengan keamanan dari aspek gula dalam lemak mungkin akibatnya tidak dirasakan langsung ya. Penyakit-penyakit yang mungkin baru kita akan rasakan jauh hari kemudian ya dikaitkan dengan kalau gula, tentunya aspek diabetes, jantung ataupun juga tadi obat ya obatnya dalamnya dikaitkan dengan kanker kaitan dengan ginjal,” kata Penny.
Catatan dari kesehatan di Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi penyakit-penyakit yang ada di Indonesia itu terkait dengan asupan dalam pembelian tersebut langsung dikonsumsi. Oleh karena itu, perlu pemahaman dan disiplin untuk berhati-berhati dalam membeli.
Penny juga mengimbau agar masyarakat Indonesia membeli produk yang sudah mendapat izin edar dari BPOM, terlebih didalamnya terdapat informasi nilai gizi yang lengkap.
“Memilih produk dengan informasi nilai gizi yang lengkap di dalamnya. Kita sudah ada aturan untuk label harus mencantumkan informasi nilai gizi, kandungan gula, garam, lemak yang saya kira ke depan akan kita tingkatkan lagi ya dari peraturan dikaitkan dengan label itu dengan informasi yang lebih detail dikaitkan dengan keamanannya,” tambahnya.