Chairman Indonesia ESG Professional Association Beberkan ESG dan Dampaknya untuk Reputasi
Konsep lingkungan, sosial, dan tata kelola (enivironment, social & governance/ESG), merupakan 3 pilar utama untuk mengukur dampak keberlanjutan, dan etika yang dijalankan oleh perusahaan atau organisasi. ESG menjadi suatu standar untuk mengetahui sejauh mana peran perusahaan terhadap lingkungan dan tata kelola yang baik.
Chairman Indonesia ESG Professional Association (IEPA), Herry Ginanjar mengatakan ESG dapat membuat arah perusahaan dari yang tadinya hanya fokus pada keuntungan semata, menjadi ke arah keberlanjutan. Dengan menerapkan ESG, Herry menyebutkan, perusahaan bisa membentuk reputasi positif, yang mana pada akhirnya akan menuju keberlanjutan.
“Terus kenapa perlu keberlanjutan? Karena memang sekarang aturannya, regulasinya sudah ada. Kalau di Indonesia ada beberapa aturan yang sudah mulai mengharuskan perusahaan (menerapkan ESG)” kata Herry forum diskusi hybrid yang digelar oleh CPROCOM pada Sabtu (21/06/2025).
Selain keberlanjutan, Herry mengatakan adanya kebijakan yang mengatur tentang penerapan ESG membuat sejumlah ketentuan dalam berbisnis yang mengharuskan suatu perusahaan memberlakukan ESG. Tanpa melakukan itu, kata Herry, perusahaan akan menghadapi tantangan dan kesulitan dalam berbisnis.
“Kalau mau ikutan tender, jadi vendor, harus melaporkan namanya pelaporan lingkungan, dan sosialnya. Menjadi keharusan. Kalau dulu tidak. Dan, beberapa BUMN sudah mensyaratkan,” ujar Herry.
Lebih lanjut, Herry mengatakan dengan menjalankan ESG perusahaan tidak hanya mendapat keuntungan dari sisi materi saja, tetapi juga bisa meningkatkan kepercayaan, baik dari masyarakat dan investor. Karena itu, ESG menjadi hal yang penting dilakukan bagi organisasi dan perusahaan.
“Perusahaan yang mempunyai laporan keberlanjutan dengan menggunakan ESG itu menjadi competitive advantage sendiri. Bahwa perusahaan itu berorientasi ke masa depan, sehingga itu menarik investor untuk melakukan investasinya di perusahaan,” ujar Herry.