Dukung Stabilitas Harga Jagung, Menko Airlangga Lepas Pengiriman 23.000 Ton Jagung
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Dok. Ekon
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melepas pengiriman antar pulau sebanyak 23.000 ton jagung dari Gorontalo. Dalam kurun waktu 10 tahun ini, perkembangan komoditi jagung khususnya di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Produksi jagung yang semula hanya 605.781 ton, saat ini telah mencapai 1,8 juta ton atau meningkat di kisaran angka 300%.
“Pelepasan jagung sebesar 23.000 ton yang kita lakukan pada hari ini (30/09/2021) merupakan sinergi berbagai stakeholder yang kiranya dapat memacu semangat pelaku usaha komoditas pertanian lainnya, baik di Provinsi Gorontalo maupun di Indonesia untuk terus bekerja sama bahu-membahu dalam membangun sektor pertanian,” kata Airlangga di pelabuhan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Kegiatan pengiriman jagung ini dapat memberikan keuntungan bagi petani lokal, karena mampu memperbaiki harga jagung di tingkat petani. Pada saat panen raya, harga jagung cenderung turun menyentuh angka Rp2.900/kg. Namun dengan adanya pengiriman ke luar Gorontalo, harga pembelian jagung saat ini mencapai Rp4.800/kg sampai dengan Rp5.300/kg.
Adapun dalam kurun waktu April sampai September 2021 ini, telah dilakukan pengiriman jagung antar pulau untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional sebanyak 198 kali dengan total volume 1.002.366 ton.
Acara pelepasan jagung oleh Menko Airlangga ditandai dengan pemecahan kendi ke lambung Kapal Hodasco 19, yang merupakan salah satu dari tiga kapal yang secara bersamaan akan mengirim jagung dari Gorontalo ke beberapa tujuan. Pengiriman dilakukan untuk tujuan Jakarta sebanyak 6.500 ton, Surabaya sebanyak 10.000 ton, dan Makassar sebanyak 6.500 ton.