Harapan Erick Thohir Pasca WHO Izinkan Sinovac
Tangkapan layar Youtube, vaksin Sinovac
Menteri BUMN Erick Thohir turut senang dengan keluarnya izin penggunaan darurat dari World Health Organization (WHO) untuk Sinovac– CoronaVac Covid-19. Keluarnya izin tersebut diharapkan dapat memperlancar perjalanan masyarakat ke luar negeri. Sinovac adalah salah satu vaksin Covid-19 yang paling banyak digunakan di Indonesia saat ini.
“Saya tentu senang, hari ini sudah ada 2 vaksin yang didapat dengan kerja keras sudah masuk list WHO, yakni Sinovac dan Sinopharm, dimana mayoritas kita gunakan,” kata Menteri Erick saat konferensi pers.
“Dengan masuknya Sinovac dan Sinopharm masuk ke WHO, kita berharap pemerintah Saudi membuka diri,” lanjut Menteri Erick berharap.
WHO mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac-CoronaVac Covid-19 pada 1 Juni 2021. Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan farmasi Sinovac yang berbasis di Beijing.
Dalam informasi yang dirilis WHO tersebut menyebutkan produk Sinovac-CoronaVac adalah vaksin yang tidak aktif. Adapun persyaratan penyimpanannya yang mudah membuatnya sangat mudah dikelola dan sangat cocok untuk pengaturan sumber daya rendah.
Strategic Advisory Group of Experts on Immunization WHO (SAGE) telah menyelesaikan tinjauannya terhadap vaksin tersebut. Berdasarkan bukti yang ada, WHO merekomendasikan vaksin untuk digunakan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, dalam jadwal dua dosis dengan jarak dua hingga empat minggu. Hasil efikasi vaksin menunjukkan bahwa vaksin mencegah penyakit simtomatik pada 51% dari mereka yang divaksinasi dan mencegah Covid-19 yang parah dan rawat inap pada 100% dari populasi yang diteliti.