Isu Pemberdayaan dan Kesetaraan Gender adalah Topik Prioritas Bisnis Sampoerna
Tangkapan layar YouTube, People & Culture Director of PT HM Sampoerna Ripy Mangkoesoebroto/Iconomcis
PT HM Sampoerna Tbk secara serius menjadikan pemberdayaan dan kesetaraan gender menjadi salah satu topik prioritas. Tujuannya apa? Dengan filosofi 3 tangan Sampoerna di mana salah satunya karyawan dan mitra bisnis itu merupakan kunci kesinambungan bisnis.
People & Culture Director of PT. HM. Sampoerna Ripy Mangkoesoebroto mengatakan, pemberdayaan dan kesetaraan gender merupakan topik bisnis dan kesinambungan itu sendiri. Perempuan yang mendukung bisnis Sampoerna di level manajemen telah mencapai sekitar 30%.
“Kalau diperhatikan perempuan yang mendukung bisnis Sampoerna itu cukup besar jumlahnya. Ibu-ibu linting yang menjadi mitra sekitar 38 ribu dari 40 ribu jumlah mitra linting. Itu dari mitra bisnis kami,” kata Ripy dalam sebuah acara diskusi secara virtual, Kamis (26/8).
Karena itu, kata Ripy, pemberdayaan dan keseteraan gender itu menjadi sesuatu yang alami bagi bisnis Sampoerna sehingga itu menjadi topik prioritas. Akan tetapi, kalau hanya menjadi topik prioritas tentu saja tidak cukup tetapi harus mengidentifikasi isu dan juga mendengarkan dari karyawan.
Ripy setuju soal data sebagai penggerak dari perubahan. Itu sebabnya Sampoerna juga melakukan proses penilaian secara internal. Soalnya, berbicara pemberdayaan perempuan, maka juga terkait dengan mengembangkan lingkungan yang beragam dan inklusif.
“Itu harus sadar sesadar-sadarnya. Dan kesadaran itu hanya dibantu kalau kita bercermin yang berarti kita juga mengukur. Selain itu, kami juga melihat realitanya apakah sertifikasi kesetaraan pengupahan itu kita jalankan. Atau apakah kesetaraan upah itu sudah terjadi atau belum,” kata Ripy.
Karena itu, kata Ripy, ada berbagai cara untuk menggali potensial isu. Juga mengajak karyawan memberikan masukan dan melibatkan mereka untuk mencari solusi. Dan tentu saja tidak hanya bisa berbicara solusi tapi harus ada komunikasi, komitmen dan aksi yang visible.
“Jadi ini harus jalan terus menerus. Jadi kita memang punya inisiatif terus ditindaklanjuti,” kata Ripy.