Jumlah Penumpang Tembus 781 Ribu Selama 2 Bulan, Kereta Cepat Whoosh Terus Benahi Layanan

0
210
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh telah mencapai 781 ribu penumpang sejak beroperasi pada Oktober 2023 hingga 8 Desember 2023. Jumlah penumpang tersebut terdiri atas 14.399 penumpang First Class, 25.709 penumpang Business Class, dan 678.399 penumpang Premium Economy Class.

Berdasarkan fakta itu, kata General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa, pihaknya terus berupaya menghadirkan berbagai fasilitas yang nyaman di Stasiun Halim, Padalarang, dan Tegalluar  dalam melayani puluhan ribu penumpang setiap hari. Apalagi penumpang terutama mencari kenyamanan, keamanan, dan efisiensi perjalanan.

“Untuk itu, fasilitas yang disediakan di setiap stasiun Kereta Cepat Whoosh merupakan fasilitas yang kami rancang agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Eva dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Eva mengatakan, di setiap stasiun sudah tersedia fasilitas layanan seperti loket, vending machine, ruang tunggu, toilet, dan area komersial untuk penumpang berbelanja, mushola, dan ruang VIP. Bagi penumpang berkebutuhan khusus, juga disediakan lift, escalator, guide block, announcement yang jelas terdengar, kursi roda, dan petugas yang terlatih serta siap melayani berbagai kebutuhan penumpang.

Baca Juga :   KCIC Ajak Penumpang Whoosh Saksikan Pengibaran Bendera Merah Putih dan Pembacaan Teks Proklamasi

Dari sisi keamanan, sambung Eva, KCIC telah menempatkan CCTV di berbagai titik stasiun, pemeriksaan barang menggunakan X Ray, dan petugas keamanan yang berjaga di setiap titik untuk memastikan keamanan dan ketertiban. Sedangkan di setiap stasiun KCIC, telah tersedia fasilitas integrasi antar-moda yang menghubungkannya dengan moda transportasi seperti LRT di stasiun Halim, KA Feeder di Stasiun Padalarang, dan lainnya.

Soal terintegrasi itu, kata Eva, semisal Stasiun Halim menyediakan antar-moda berupa LRT Jabodebek dengan rute Dukuh Atas-Jatimulya, Transjakarta 7W dengan rute Cawang-Stasiun Halim, Damri rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan Taksi Bluebird serta online. Di Stasiun Padalarang menyediakan antar-moda berupa, KA Feeder rute Padalarang-Bandung, Commuter Line Bandung Raya rute Padalarang-Cicalengka, Commuter Line Garut rute Purwakarta-Padalarang-Garut, dan Taksi Bluebird serta online.

Selanjutnya, kata Eva, Stasiun Tegalluar menyediakan antar-moda berupa, Damri rute Stasiun Tegalluar, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Masjid Al Jabbar, Stasiun Gedebage, Metro Indah Mall, Trans Studio Mall, Jl. Asia Afrika, Alun-Alun Bandung, Pasar Baru; Bus menuju Summarecon; dan Taksi Bluebird serta online.

Penumpang yang membawa kendaraan pribadi, kata Eva, KCIC telah menyiapkan fasilitas tempat parkir di Stasiun Halim dan Tegalluar. Juga telah membuka kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan lebih banyak lagi moda transportasi lanjutan, sehingga Whoosh mudah dijangkau masyarakat.

Baca Juga :   AP II: Dampak Pandemi Covid-19, Pergerakan Penumpang Pesawat Turun di Kuartal I

“Akses dan integrasi juga merupakan fasilitas penting. Tanpa kedua hal ini, tentu pelayanan jadi tidak maksimal. Jadi kami berkolaborasi dan melibatkan berbagai pihak untuk menyediakan fasilitas tersebut. Dan alhamdulillah kemudahan aksesibilitas dan integrasi moda di area stasiun saat ini sudah bisa dinikmati penumpang,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics