Kadin Beri Perhatian Khusus kepada Koperasi dan UMKM

0
68
Reporter: Rommy Yudhistira

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan perannya untuk sektor koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Besarnya potensi yang harus digali, menjadi pertimbangan utama Kadin untuk mendorong kedua sektor tersebut.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengatakan terdapat 63 juta UMKM, dan 130 ribu koperasi yang menyerap hingga 28 juta tenaga kerja. Di sisi lain, Anindya mengatakan Kadin memiliki 2 fungsi utama yakni sebagai mitra pemerintah, dan sebagai payung dunia usaha.

“Kalau pemerintah sukses, Indonesia akan makmur, mandiri, dan rakyatnya sejahtera. Di sisi lain, Kadin juga menjadi naungan bagi perusahaan swasta, BUMN, termasuk UMKM dan koperasi,” kata Anindya dalam sambutannya pada pembukaan Rakornas Koperasi dan UMKM Kadin Indonesia pada Selasa (19/08/2025).

Oleh karena itu, Anindya mengatakan pihaknya menekankan pentingnya perhatian pada sektor koperasi dan UMKM, yang jumlahnya dinilai jauh lebih banyak dari perusahaan besar. “Jadi wajar kalau Kadin justru fokusnya kepada koperasi dan juga UMKM,” tambah Anindya.

Kadin, menurut Anindya, pun melakukan inisiatif dalam mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan mendorong lahirnya gerakan koperasi moderen Coopmura. Coopmura, kata Anindya, merupakan mitra KDKMP yang bertujuan untuk memperkuat gerakan koperasi rakyat.

Baca Juga :   UMKM Binaan Waskita Cetak Omzet Jutaan/Hari di Inacraft 2025

“Coopmura menghadirkan dukungan dunia usaha supaya terjadi moderenisasi, digitalisasi, akses pasar, rantai pasok, dan tentu pembiayaan,” ujar Anindya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Koperasi dan UMKM Kadin Indonesia, Nurdin Halid menyebutkan pihaknya berupaya untuk mengembalikan ekonomi nasional yang berprinsip pada Pancasila, dan gotong royong. Salah satunya, dengan mengusulkan 5 Juli sebagai Hari Ekonomi Pancasila.

“Baru kali ini ada pemimpin seperti Presiden Prabowo Subianto yang mengimplementasikan ekonomi konstitusi. Kami bahkan mengusulkan 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Ekonomi Pancasila,” ujar Nurdin.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics