Kadin Proyeksikan Perputaran Uang di Lebaran Ini Kisaran Rp 148,3 T hingga Rp 162 T

0
48
Reporter: Rommy Yudhistira

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan perputaran uang selama libur Idulfitri 1447 H/2026 mencapai Rp 148,3 triliun, atau naik 8% dari tahun sebelumnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menjelaskan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat pada momen mudik Lebaran diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau 50,6% dari total populasi Indonesia. Jumlah tersebut menurun 1,75% dibanding 2025 yang mencapai 146,4 juta.

Sarman menambahkan, angka tersebut setara dengan sekitar 36 juta kepala keluarga, dengan asumsi rata-rata per keluarga 4 orang. Apabila per keluarga membawa uang senilai Rp 4,1 juta, maka potensi perputaran uang dikalikan sekitar 36 juta kepala keluarga jumlahnya sekitar Rp 148,3 triliun.

Meski demikian, kata Sarman, angka perputaran uang masih berpotensi naik. Paslanya, hitungan tersebut masih di angka yang moderat atau paling rendah.

“Masih berpotensi mencapai sekitar Rp 162 triliun dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang Rp 4,5 juta. Uang tersebut akan banyak beredar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Sisanya menyebar ke Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan berbagai destinasi wisata lainnya,” kata Sarman dalam keterangan resminya pada Kamis (20/3).

Baca Juga :   Total Volume Lalu Lintas Kendaraan Mudik 2023 Lebih Rendah dari Lebaran 2022

Dengan melihat geliat ekonomi, yang dimulai dari momen libur Nataru pada awal Januari, libur Imlek, dan Idulfitri, kata Sarman, pihaknya optimistis target pertumbuhan ekonomi periode Kuartal I/2026 sebesar 5,4%-5,5% dapat tercapai.

Namun, kata Sarman, dengan catatan, pemerintah harus dapat menjaga psikologi masyarakat melalui jaminan, memastikan ketersediaan BBM, dan gas selalu terpenuhi selama, serta sesudah Lebaran.

“Dengan demikian, masyarakat tidak ragu membelanjakan uangnya di daerah masing masing. Hal sangat penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik perang Iran, AS dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri,” ujar Sarman.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics