Kementerian PU Proyeksikan Anggaran Tanggap Darurat Naik di Tahun 2026
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo/Dok. Kementerian PU
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran Rp351,83 miliar untuk mendukung program kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana sepanjang tahun 2025.
Alokasi ini ditujukan untuk memperkuat infrastruktur publik, mempercepat penanganan darurat, serta mendukung pemulihan pascabencana di seluruh wilayah Indonesia.
Rincian anggaran tersebut terdiri dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) sebesar Rp300 miliar dan Direktorat Jenderal Bina Marga sebesar Rp51,8 miliar.
“Setiap detik menyangkut nyawa. Kementerian PU harus hadir, bekerja cepat, dan memastikan infrastruktur tetap berfungsi untuk keselamatan rakyat,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo dalam keterangannya.
Hingga awal November 2025, realisasi penyerapan anggaran telah mencapai Rp261,9 miliar atau sekitar 74,4%. Fokus utama penyerapan anggaran adalah untuk penanganan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Sisa anggaran sebesar Rp89,9 miliar disiapkan untuk menghadapi potensi bencana hingga akhir tahun 2025.
Ke depan, Kementerian PU memproyeksikan anggaran tanggap darurat untuk tahun 2026 menjadi Rp449,1 miliar sebagai bentuk penguatan kapasitas penanganan cepat di lapangan.