KPK Gali Informasi Mendalam dari Mantan Dirut Pertamina Nicke Widyawati

0
70
Reporter: Wisnu Yusep

OTT Topan Ginting

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai membedah keterkaitan proses pembentukan holding BUMN Minyak dan Gas (Migas) dengan skandal dugaan korupsi jual beli gas di PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Hal ini menjadi fokus utama penyidik KPK saat memeriksa mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) periode 2018-2024, Nicke Widyawati.

​Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa pemeriksaan Nicke bertujuan untuk menggali informasi mendalam mengenai proses integrasi antara Pertamina dan PGN yang terjadi selama masa jabatannya.

​”Penyidik meminta keterangan perihal holding-isasi BUMN migas, khususnya Pertamina dan PGN, pada saat periode saksi menjabat sebagai Dirut,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (06/02/2026).

​Selain Nicke, KPK juga memeriksa sejumlah pejabat dari Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, dan internal PGN. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan korupsi kerja sama jual beli gas antara PT PGN dengan PT Inti Alasindo Energy (IAE) periode 2017-2021.

​Hingga saat ini, KPK telah menetapkan dan menahan empat orang tersangka dalam pusaran kasus ini. ​Keempat tersangka tersebut adalah Hendi Prio Santoso selaku mantan Dirut PT PGN; Danny Praditya selaku Direktur Komersial PGN periode 2016 hingga 2019; ​Iswan Ibrahim selaku Komisaris PT IAE periode 2006 hingga 2023; dan ​Arso Sadewo selaku Komisaris Utama PT IAE.

Leave a reply

Iconomics