Lakukan Penyerapan Dari Awal Tahun, Dirut Bulog Optimistis Target Pengadaan Gabah dan Beras Tahun 2026 Tercapai

0
37

Perum Bulog memulai penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri secara serentak di seluruh wilayah Indonesia sejak awal tahun 2026.

Penyerapan gabah dan beras telah berjalan di berbagai sentra produksi, mulai dari Sumateta, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Target penyerapan lebih besar dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 4 juta ton setara beras. Adapun kegiatan ini dilaksanakan langsung oleh jajaran Kanwil dan Kantor Cabang Bulog dengan pola jemput bola, turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa penyerapan tahun 2026 difokuskan pada hasil panen petani lokal dengan tetap mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan Rp12.000 per kilogram untuk beras.

“Sejak awal tahun 2026, Bulog di seluruh Indonesia sudah mulai melakukan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani dalam negeri. Ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan petani mendapatkan harga yang layak sekaligus menjaga ketersediaan stok beras nasional,” kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Baca Juga :   Penjualan Naik 7,7% di 2021, WIKA Beberkan Proyek-proyek Tahun 2022

Di wilayah Sumatera, penyerapan telah berjalan bahkan telah mencatatkan realisasi penyerapan sejak Januari, seiring masuknya masa panen awal tahun yaitu di Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel Babel, Bengkulu dan Lampung.

Sementara itu di Pulau Jawa, Bulog bergerak cepat di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, serta Jawa Timur. Penyerapan dilakukan dengan target yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah daerah di Jawa mencatat kenaikan target penyerapan hingga puluhan persen sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Di wilayah Indonesia Tengah dan Timur, Bulog juga mulai menyerap gabah dan beras petani dari Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Maluku hingga Papua. Penyerapan ini sekaligus menegaskan bahwa penguatan stok nasional tidak hanya bertumpu pada wilayah barat, tetapi merata hingga wilayah timur Indonesia.

Selain menjaga harga di tingkat petani, penyerapan gabah dan beras dalam negeri juga ditujukan untuk memastikan ketersediaan stok beras yang aman dan cukup dalam menghadapi kebutuhan penyaluran sepanjang 2026, termasuk menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.

Baca Juga :   Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN, PT Askrindo Punya Dirut Baru

Bulog memastikan proses penyerapan dilakukan secara transparan, cepat, dan sesuai ketentuan, dengan melibatkan mitra penggilingan, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri di beberapa wilayah guna memastikan kelancaran di lapangan.

Dirut Bulog optimistis target pengadaan gabah dan beras dalam negeri tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan dengan dimulainya penyerapan sejak awal tahun yang dilakukan secara serentak seluruh Indonesia.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics