Mantan Jamintel Ini Nilai Menteri ESDM Era SBY Sosok yang Tepat Jadi Ketum IKAL Lemhanas

0
34
Reporter: Kristian Ginting

Kondisi faktual perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang berimbas terhadap krisis energi hingga pangan perlu menjadi perhatian semua pihak. Untuk merespons situasi itu tidak cukup sekadar mengandalkan pemerintah, tapi semua kalangan perlu ikut mengambil peran.

Berdasarkan itu, maka perlu sosok yang tepat untuk memimpin organisasi semacam IKAL Lemhanas yang kaya akan pemikiran dan sangat strategis. Hal tersebut menjadi penting dalam rangka merespons krisis global tersebut, dan mengisi kekosongan figur ketua umum agar tidak berkepanjangan.

“Sangat dibutuhkan figur tidak hanya dengan pengalaman panjang, tapi sosok yang teruji dengan integritas dan profesional yang nyata dalam mengatasi berbagai persoalan dan tanpa masalah dalam hal kepemimpinan,” kata alumni PPRA 52 tahun 2015, Jan S. Maringka dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (28/3).

Jan menuturkan, pihaknya menilai sosok yang tepat mengisi kekosongan ketua umum IKAL Lemhanas adalah Profesor Purnomo Yusgiantoro, mantan Menteri ESDM dan Menteri Pertahanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang kini menjabat Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Energi.

Munculnya nama Purnomo sebagai kandidat calon Ketua Umum IKAL Lemhanas, kata Jan, bukan tanpa alasan. Rekam jejaknya dalam pemerintahan dari masa ke masa menjadi salah satu indikator kuat untuk mengisi posisi tersebut.

Sebagai informasi, Purnomo Yusgiantoro merupakan tokoh nasional yang dipercaya mengisi berbagai jabatan strategis sejak awal reformasi hingga kini. Dia pernah menjadi Menteri ESDM selama 2 periode dari 2000 hingga 2009; Menteri Pertahanan 2009-2014; dan saat ini Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi, suatu bidang yang menjadi atensi di berbagai belahan dunia.

Baca Juga :   Komisi III Pilih 7 dari 11 Calon Hakim Agung untuk Ditetapkan di Sidang Paripurna DPR

Fakta itu, kata Jan, menjadi gambaran kepercayaan dari presiden ke presiden terhadap Purnomo. “Beliau adalah figur yang tidak hanya kaya pengalaman, tetapi juga memiliki integritas yang terjaga dalam melaksanakan amanah,” kata mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung itu.

Soal kepemimpinan, kata Jan, salah satu aspek paling krusial ialah komitmen dan ketaatan terhadap hukum. Hal ini menjadi penting, terutama dalam organisasi yang berperan strategis dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan.

Di level ini, lanjut Jan, pihaknya menilai Purnomo memiliki rekam jejak yang jelas dan mampu menjaga amanah. “Beliau telah menempatkan hukum bukan sebagai landasan formalitas, tetapi sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan,” ungkap mantan Irjen Kementerian Pertanian itu.

Pendekatan tersebut, lanjut Jan, tampak ketika Purnomo memimpin sektor-sektor krusial seperti energi dan pertahanan nasional. Di tengah tekanan dan kepentingan yang besar, Purnomo dinilai tetap mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan negara dan kepatuhan terhadap regulasi nasional

“Ini bukan sekadar administratif, tetapi soal karakter. Kepemimpinan yang taat hukum adalah kepemimpinan yang bisa dipercaya,” tambah Jan.

Baca Juga :   Tutup Sidang Umum AIPA, Puan Ajak Negara Anggota untuk Tetap Jaga Asean Inklusif

Kendati demikian, kata Jan, integritas saja tidak cukup. Organisasi juga membutuhkan arah yang jelas, yang hanya bisa diwujudkan pemimpin dengan kapasitas mumpuni menjaga marwah organisasi besar ini.

Kelebihan Purnomo yang lain, kata Jan, terletak pada kemampuannya menjembatani dunia akademik dan praktik. Buktinya sejak PY Centre berdiri sudah berkontribusi banyak memberikan pemikiran mengatasi masalah energi dan pangan.

Purnomo disebut tidak hanya memahami teori, juga berpengalaman dalam mengambil kebijakan strategis, termasuk di level internasional seperti OPEC, dan penugasan lainnya. Di ranah akademik, Purnomo menjadi pendiri Universitas Pertahanan (Unhan), Guru Besar yang mengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berbagai kampus lain yang konsisten membangun perspektif strategis dalam penguatan sumber daya manusia.

“Inilah figur lengkap SDM yang memahami keunggulan SDA kita kombinasi pemimpin yang dibutuhkan IKAL Lemhanas hari ini, pemimpin yang bisa berpikir strategis, tetapi juga mampu membangun manusia unggul di dalam organisasinya,” kata Jan.

Di samping itu, kata Jan, Purnomo pun dikenal sebagai sosok yang mampu membangun tim yang solid. Purnomo dinilai tidak bekerja secara individual, melainkan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang kolaboratif dan profesional.

Pendekatan ini dinilai penting, kata Jan, mengingat IKAL Lemhanas merupakan organisasi yang bertumpu pada kekuatan gagasan dan kontribusi anggotanya. Purnomo disebut sangat memahami posisi IKAL Lemhanas sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sekadar organisasi para alumni namun memberi pemikiran langsung kepada para pengambil kebijakan ke depan.

Baca Juga :   Dalam Peresmian Kantor Bappilu Gerindra, Prabowo Sindir Kader yang Tak Loyal, Siapa?

“Kita membutuhkan IKAL Lemhanas yang mampu menjadi sparring partner pemerintah, bukan hanya pengamat, tapi pemberi solusi,” ujarnya.

Dengan pengalaman dan jejaring yang luas, kata Jan, Purnomo dinilai memiliki posisi yang sangat tepat untuk menjalankan peran sebagai Ketua Umum IKAL Lemhanas Periode 2026- 2030. Apalagi Purnomo dinilai dapat diterima lintas generasi alumni IKAL Lemhanas.

“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang menyiapkan kader, bukan hanya mengandalkan figur,” kata Jan.

Di tengah tantangan yang semakin kompleks, kata Jan, maka IKAL Lemhanas membutuhkan kepemimpinan yang reaktif dan antisipatif. Dengan rekam jejak panjang, integritas yang teruji, serta kapasitas yang relevan, maka Purnomo Yusgiantoro merupakan sosok yang mampu menjawab kebutuhan tersebut.

“Beliau (Purnomo) bukan hanya layak, tetapi memang sangat dibutuhkan,” tutup Jan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics