Menko Perekonomian: Susenas BPS Konfirmasi Dampak Positif Kartu Prakerja

0
644

Pemerintah menyebut dalam Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan dampak positif dari program Kartu Prakerja. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hasil Sakernas ini sangat penting sebagai bahan evaluasi program, melengkapi 3 survei yang diadakan oleh Manajemen Pelaksana, dan Sakernas ini mengkonfirmasi dampak positif Program Prakerja dalam meningkatkan keterampilan kerja.

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengungkapkan Sakernas 2020 ini berbeda dengan survei sebelumnya, kali pertama ditambahkan beberapa pertanyaan terkait dampak Covid-19, program Kartu Prakerja, dan persepsi mengenai program pemerintah terkait bantuan sosial.

BPS menyampaikan penerima Kartu Prakerja adalah mayoritas laki-laki yakni sebesar 58%, tinggal di perkotaan sebesar 76%, usia muda, pendidikan SMA ke atas sebesar 91%.

BPS juga menyebut penerima Kartu Prakerja berasal dari 34 propinsi se-Indonesia dengan penerima terbanyak dari Jawa Barat sebesar 16%, DKI Jakarta sebesar 10% dan Jawa Timur sebesar 9,8%. Adapun provinsi dengan penerima paling sedikit adalah Papua Barat sebesar 0,08%, Gorontalo sebanyak 0,37%, dan Papua sebanyak 0,46%.

Baca Juga :   Ini Bukti Program Kartu Prakerja Mampu Tingkatkan Inklusi Keuangan

Dalam survei yang dilakukan BPS tersebut juga mengungkap alasan utama peserta mengikuti program Kartu Prakerja untuk meningkatkan keterampilan kerja (skill) sebanyak 48% dan alasan mencari insentif 27% dari penduduk usia 18 tahun ke atas.

Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja telah melakukan 3 survei evaluasi. Survei evaluasi pertama diikuti oleh 2,4 juta peserta dan survei kedua dengan 293 ribu peserta. Survei ketiga masih berlangsung saat ini. Hasil survei mencatat bahwa 81% peserta belum pernah mendapatkan pelatihan atau kursus sebelumnya. Lebih dari 84% menyatakan bahwa pelatihan Prakerja meningkatkan kompetensi, baik skilling, reskilling maupun upskilling.

Selain itu, 92% menyatakan akan melampirkan Sertifikat Pelatihan Prakerja pada saat melamar pekerjaan. “Jadi hasil survei ini sejalan dengan temuan BPS bahwa pelatihan Prakerja meningkatkan keterampilan kerja Peserta,” kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni P. Purbasari dalam siaran pers.

Sejak digulirkan 11 April 2020, program Kartu Prakerja menarik minat 43 juta pendaftar dan telah menerima 5,6 juta orang peserta. Jumlah tersebut sebanyak 56% pria, 87% berpendidikan SMA ke atas, 77% usia antara 18-35 tahun. Program Kartu Prakerja akan terus dilanjutkan pada tahun 2021.

Leave a reply

Iconomics