OJK Bersama PPATK dan BSSN Bersekutu Jaga Keamanan Sektor Keuangan
Kerja sama antara OJK, PPATK dan BSSN /Dok. OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) menyepakati perjanjian kerja sama terpisah dalam memperkuat sinergi untuk menjaga integritas dan keamanan sektor jasa keuangan.
Perjanjian kerja sama antara OJK dan PPATK mencakup pelaksanaan pertukaran data dan/atau informasi; pemanfaatan data dan/atau informasi olahan sistem teknologi informasi; pelaksanaan koordinasi audit; dan penetapan standar korespondensi.
Adapun perjanjian kerja sama antara OJK dan BSSN di bidang Penguatan Keamanan Siber dan Sandi di Sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan serta Aset Keuangan Digital termasuk Aset Kripto, mencakup asistensi digital forensik; asistensi penanganan insiden siber; pelaksanaan layanan ITSA; deteksi kondisi keamanan siber sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan serta Aset Keuangan Digital termasuk Aset Kripto; penyediaan, pertukaran, dan/atau pemanfaatan data dan/atau informasi; pembentukan Pusat Kontak Siber; dan registrasi TTIS Organisasi Penyelenggara IAKD.
Sedangkan PKS OJK dan BSSN di bidang Sinergi Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dan Sandi di Sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan serta Aset Keuangan Digital termasuk Aset Kripto, mencakup koordinasi penyusunan kebijakan, ketentuan, dan standar Keamanan Siber; asistensi implementasi pelindungan Sistem Elektronik Penyelenggara IAKD; penyediaan, pertukaran, dan/atau pemanfaatan dan/atau informasi; pembentukan TTIS Organisasi Penyelenggara IAKD; dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan serangan siber merupakan suatu ancaman besar bagi keamanan data sektor jasa keuangan, karena dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat pada industri jasa keuangan.
“Tentu yang paling berisiko bagi kami adalah jika sektor dan bidang jasa keuangan kehilangan kepercayaannya, kehilangan confidence dari masyarakat. Bagaimana kalau itu terjadi. Itulah risiko yang paling besar,” kata Mahendra.
Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi ekstrim antarlembaga dalam menangani judi online yang dapat berdampak pada damage future depression.
“Jika intervensi itu tidak dilakukan dengan ekstrem, estimasi PPATK persis dengan tahun lalu. Alhamdulillah dengan sinergi yang sangat kuat, Komdigi bekerja, BSSN bekerja, per hari ini saja kita berharap (bisa diturunkan),” kata Ivan.
Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi mengatakan tanpa kerja sama dengan kementerian lembaga bersama entitasnya, BSSN tidak akan mampu. “Kalau kita semua kolaboratif, semua entitas itu punya fungsi dan tanggung jawab agar ada distribusi kelembagaan, ada distribusi tanggung jawab, termasuk juga atas keamanan dari serangan siber,” kata Nugroho.