Penjualan Mobil September 2025 Naik Tipis, Astra Kuasai 54% Pasar
Ilustrasi mobil di jalan tol/Dok. Lifepal
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional pada September 2025 tercatat mencapai 62.071 unit, naik tipis 0,5% dibanding Agustus 2025 yang sebanyak 61.777 unit. Namun secara tahunan (year-on-year/yoy), pasar otomotif masih tertekan dengan penurunan 15% dibandingkan September 2024 yang mencapai 73.108 unit.
Kinerja positif juga terlihat pada Grup Astra, yang mencatat penjualan 33.535 unit pada September 2025, meningkat 9,7% dibanding Agustus 2025 (30.558 unit). Meski begitu, jika dibandingkan dengan September 2024 (40.096 unit), penjualan Astra masih turun 16,4% yoy.
Dengan capaian tersebut, pangsa pasar Astra naik menjadi 54%, dari 49% pada Agustus, meski masih sedikit di bawah 55% pada periode yang sama tahun lalu.
Secara kumulatif, penjualan nasional Januari–September 2025 tercatat 561.820 unit, turun 11% dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 630.754 unit.
Sementara itu, Grup Astra mencatat penjualan kumulatif 297.498 unit, turun 14% dibanding 347.427 unit pada Januari–September 2024. Akibatnya, pangsa pasar Astra secara kumulatif menyusut dari 55% di 2024 menjadi 53% di 2025.
Toyota dan Daihatsu Jadi Penggerak Utama Astra
Kenaikan penjualan Astra pada September 2025 didorong oleh Toyota dan Daihatsu sebagai dua merek utama.
- Toyota dan Lexus mencatat penjualan 20.805 unit, naik 12,7% dibanding Agustus (18.463 unit), dan menyumbang sekitar 62% dari total penjualan Astra.
- Daihatsu membukukan 10.605 unit, naik 7,7% dari Agustus (9.846 unit), dengan kontribusi lebih dari 31%.
- Isuzu justru turun 6,4% dari 2.193 unit menjadi 2.052 unit.
- UD Trucks naik dari 56 menjadi 73 unit, meski volumenya masih kecil.
Kombinasi kenaikan Toyota dan Daihatsu menunjukkan adanya pemulihan permintaan di segmen kendaraan penumpang, terutama untuk model kompak dan LCGC (Low Cost Green Car).
“Di tengah dinamika industri otomotif nasional yang dipengaruhi kondisi ekonomi domestik, kinerja ini mencerminkan upaya bersama pelaku industri menghadapi dinamika pasar. Astra berkomitmen untuk terus menghadirkan kendaraan berkualitas dan sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, dalam keterangan resmi.
Mitsubishi Dominan di Non-Astra, BYD Jadi Penantang Baru
Sementara itu, di luar Grup Astra, Mitsubishi kembali menjadi kontributor terbesar. Mitsubishi mencatat penjualan 8.496 unit, turun 5,4% dari Agustus (8.982 unit). Pangsa pasarnya mencapai sekitar 30% dari total penjualan non-Astra sebesar 28.536 unit.
Di posisi berikutnya:
- Suzuki menjual 5.152 unit, turun 12,8% dari Agustus (5.911 unit), dengan pangsa 18%.
- Honda menempati peringkat ketiga dengan 4.332 unit, relatif stabil dibanding Agustus (4.375 unit).
Menariknya, BYD dan Denza — pemain baru di segmen kendaraan listrik (EV) — mencatat penjualan 1.315 unit pada September, meski turun tajam 53,9% dari Agustus (2.854 unit). Namun secara kumulatif Januari–September 2025, BYD telah menjual 26.852 unit, menandai pergeseran tren pasar otomotif Indonesia ke arah kendaraan listrik.