Permata Bank Membukukan Kinerja yang Solid di Semester I 2025 

0
82

PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) melaporkan membukukan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 7,4% Year-on-Year (YoY) pada semester pertama 2025.

Pada periode yang sama, bank dikendalikan oleh Bangkok Bank Public Company Limited ini membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,6 triliun atau meningkat 7,6% YoY.  

“Kami mengapresiasi kinerja yang solid pada semester pertama tahun ini, yang mencerminkan kepercayaan nasabah kepada kami, kedisiplinan dalam menjalankan strategi, serta komitmen kuat kami dalam menjaga kualitas aset secara berkelanjutan. Di tengah tantangan ekonomi global, kami tetap fokus menjalankan bisnis secara pruden dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui inovasi, efisiensi operasional, dan sinergi bersama Bangkok Bank,” kata Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank  dalam keterangan tertulis, Selasa (22/7).

Meliza mengatakan di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi domestik dan global, Permata Bank konsisten menjalankan bisnis secara prudent dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, khususnya dalam penyaluran kredit dan disiplin menerapkan optimalisasi neraca. Loan-to-Deposit Ratio (LDR) tercatat optimal di level 85,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi Semester I tahun 2024 yang berada di level 78,2%.  

Baca Juga :   Bidikan Permata Bank Tahun 2020, Apa Saja?

Total Aset Bank mencapai Rp264,2 triliun atau meningkat sebesar 2,3% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.   Simpanan nasabah terjaga baik sebesar Rp189,3 triliun, yang didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 9,9%. Rasio CASA meningkat dari level 56,3% di Juni 2024 menjadi 62,7% di Juni 2025. 

Pada akhir Juni 2025, Bank berhasil membukukan rasio Cost to Income (CIR) lebih efisien menjadi 48,5% dibandingkan pada akhir Juni 2024 sebesar 49,6%.

Pada semester pertama 2025, penyaluran kredit tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp162,6 triliun dibandingkan semester pertama tahun 2024.  Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pertumbuhan kredit dari segmen korporasi dan komersial masing-masing sebesar 9,3% dan 12,2% YoY menjadi Rp97,1 triliun dan Rp20,7 triliun, diikuti pertumbuhan segmen Konsumen sebesar 1,7% YoY menjadi Rp44,1 triliun.

Kualitas kredit yang terjaga semakin baik tercermin dari rasio NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) yang tercatat lebih sehat, masing-masing pada level 2,1% dan 7%, dibandingkan dengan 2,4% dan 7,8% pada periode yang sama tahun sebelumnya.  Dengan membukukan cadangan atas potensi penurunan risiko kredit secara konservatif, Bank membentuk NPL Coverage dan LAR Coverage Ratio yang memadai, masing-masing di level 346% dan 101%.  Lebih lanjut, dalam melakukan penyelesaian kredit bermasalah, Bank secara konsisten melakukan upaya restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset.

Baca Juga :   Permata Bank dan Mekari Jalin Kerja Sama untuk Sediakan Layanan Payroll

Selain rasio LDR yang semakin optimal, Permata Bank juga terus menjaga struktur likuiditas yang sehat sesuai dengan ketentuan Basel III dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Hal ini tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata di Kuartal 2 2025 tercatat di level 281,8% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) yang terjaga pada level 125,5% di akhir Juni 2025, jauh di atas batas minimum regulasi sebesar 100%. 

Struktur permodalan Permata Bank termasuk rasio CAR dan CET-1 pada semester pertama 2025 tercatat kuat masing-masing sebesar 33,5% dan 25,6%. Rasio permodalan ini merupakan salah satu yang terkuat di antara bank-bank komersial terbesar di Indonesia. 

Pada kuartal kedua 2025, Permata Bank telah membagikan dividen sebesar Rp1,1 triliun atau sebesar Rp 30 per lembar saham dalam bentuk dividen tunai untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

Kontribusi Unit Usaha Syariah Permata Bank 

Unit Usaha Syariah (UUS) Permata Bank melanjutkan kinerja yang positif dengan pencapaian laba operasional sebelum provisi sebesar Rp385,9 miliar atau tumbuh sebesar 11,8% YoY.  Pertumbuhan ini didukung dengan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh mencapai 9,2% YoY dan konsistensi pengendalian biaya dengan baik. 

Baca Juga :   Permata Bank Ganti Pengurus, Simak Susunan Komisaris dan Direksi Terbaru

Pada sisi pendanaan, simpanan nasabah mencapai Rp28,01 triliun, didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 26,0% YoY.  Hal ini menghantarkan rasio CASA UUS Permata Bank meningkat menjadi 68,8%, di atas rata-rata industri Perbankan Syariah Indonesia. UUS Permata Bank tetap fokus pada peningkatan pendanaan dana pihak ketiga, khususnya pendanaan murah yang stabil dengan terus mengembangkan jaringan komunitas syariah di industri perbankan Indonesia.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics