Pertumbuhan Indonesia Dinilai Akan Capai 5% 2023 karena Faktor Ekonomi dan Politik
Tangkapan layar, Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi/Iconomics
DBS Group Research menyebut Indonesia mengalami pertumbuhan pada 2022 dan akan mencapai 5% pada 2023 karena dorongan pertumbuhan utama di masa pra-pandemi. Situasi Indonesia itu dinilai berbeda dengan negara-negara lain karena tidak bergantung terhadap perdagangan internasional.
“Meski volatilitas global berpotensi terjadi, Indonesia memiliki ketahanan ekonomi secara substansial karena adanya resistansi makro ekonomi dan finansial,” kata Managing Director & Chief Economist DBS Group Taimur Baig dalam DBS Asian Insight Forum 2023 yang diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu yang lalu.
Sementara itu, menurut Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dari sisi politik ada rasa optimistis bahwa hasil pemilihan umum (pemilu) presiden dan legislatif, serta agenda kebijakan masing-masing partai politik, tidak akan memberikan pengaruh besar pada kebijakan ekonomi nasional. Ditambah lagi stabilitas politik nasional saat ini sangat terjaga karena tidak ada kekerasan politik dari penyelenggaraan pemilu sebelumnya.
Berkaca dari pemilu yang sudah dilakukan sejak awal reformasi, kata Burhanuddin, mayoritas masyarakat Indonesia juga menganggap pemerintah dapat menjaga stabilitas keamanan nasional. Dan, elite dalam negeri sangat percaya politik Indonesia itu sangat cair.
“Jadi, demokrasi dinilai sebagai satu-satunya jalan yang paling diyakini di Indonesia. Ini harus diapresiasi, para elite masih mengikuti aturan main demokrasi meski kalah dalam pemilu,’ kata Burhanuddin.
Berdasarkan hasil survei Indikator, kata Burhanuddin, terdapat 34 nama yang menjadi kandidat calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Dari 34 nama tokoh itu, ada 3 nama yang menduduki peringkat teratas yaitu Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.
“Ketiga calon kandidat tersebut memiliki basis dukungan yang sangat kuat, mendominasi 75% dukungan rakyat Indonesia dalam 1 tahun terakhir,” ujar Burhanuddin.
Sebagai informasi, penyelenggaraan Asian Insights Forum menampilkan pandangan para praktisi dan pengamat bidang ekonomi dan politik guna memberikan informasi akurat dan diskusi mendalam. Pandangan tersebut dapat digunakan para nasabah, mitra, dan masyarakat dalam mengambil keputusan.