Phapros Salurkan Dana Kemitraan Rp2,9 Miliar untuk Dorong UKM Naik Kelas
PT Phapros Tbk melakukan penyaluran dana kemitraan senilai Rp2,9 miliar per September 2025 kepada 38 mitra binaan yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.
Program ini merupakan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Phapros yang berfokus pada pemberdayaan UMKM, agar para penggiat usaha mikro ini mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Plt. Direktur Utama PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan Emiten berkode saham PEHA ini, tidak hanya berhenti pada aspek finansial, tetapi dirancang juga sebagai strategi pemberdayaan yang komprehensif.
“Melalui program kemitraan, Phapros tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga membangun ekosistem pendukung bagi UMKM. Dengan proses seleksi yang cukup ketat, kami memilih mitra binaan yang memiliki komitmen dan potensi untuk berkembang,” kata Ida dalam keterangannya.
Ia mengatakan para mitra mendapatkan pembinaan yang mencakup peningkatan kapasitas produksi, penerapan praktek usaha yang berkelanjutan, hingga penguatan manajemen keuangan sederhana dan transparan. Pihaknya juga mendorong mitra binaan untuk memanfaatkan platform digital secara lebih intensif agar dapat memperluas jangkauan usahanya. Dengan begitu, UMKM binaan tidak sekedar bertahan, melainkan memiliki daya saing untuk naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.
Ketua Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikindo), Syahnan Phalipi mengatakan bahwa program CSR Korporasi saat ini diarahkan untuk meningkatkan kinerja UMKM dan merupakan salah satu langkah strategis dan sangat bermanfaat. Sebab UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional, sehingga dukungan dari Korporasi dalam bentuk pelatihan, aksesibilitas, pendampingan, pembiayaan, pemasaran, hingga digitalisasi akan membantu meningkatkan daya saing para pelaku usaha mikro kecil menengah di tengah persaingan global.
“Kami berharap agar CSR tidak hanya bersifat jangka pendek atau sekadar pencitraan saja, tetapi harus berkelanjutan dan tepat sasaran. Dengan adanya sinergi yang baik antara Korporasi dan UMKM, maka kita bisa mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang lebih sehat, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta memperluas kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia,” katanya.